Kamis
15 Oktober 2026 | 8 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DP3AK Dialokasikan Rp 27 M di RAPBD Jatim 2023, Untari: Harus Ditambah Anggarannya!

pdip-jatim-220206-rakercab-kota-malang-untari

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menyoroti alokasi anggaran untuk Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) di RAPBD Jatim 2023

Untari menyebut, alokasi yang dianggarkan untuk DP3AK di RAPBD Jatim 2023 masih sangat kecil, yakni hanya Rp 27 miliar.

“Kita cukup kaget. Di saat kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak di Jatim masih tinggi, justru dinas yang berkaitan dengan persoalan ini malah mendapatkan anggaran kecil. Apakah cukup anggaran sebesar itu untuk menangani persoalan perempuan dan anak di Jatim?” kata Untari.

Hal itu dia ungkapkan usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Jatim, dengan agenda Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Jatim 2023 oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Jumat (30/9/2022).

Dengan kondisi semacam ini, kata Untari, bagaimana pemprov bisa melakukan upaya dalam mengatasi persoalan perempuan dan anak di Jatim.

Untuk itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim ini akan minta penjelasan kepada tim anggaran Pemprov Jatim untuk mengevaluasi lagi anggaran tersebut.

“Harus ditambah itu anggarannya. Kalau anggarannya minim semacam ini, bagaimana kita akan bisa maksimal dalam melakukan perlindungan terhadap perempuan dan anak di Jatim. Ini harus dipikirkan serius oleh Pemprov Jatim,” tandasnya.

Apalagi, imbuh Untari, saat ini pemerintah sudah mengesahkan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, yang di dalamnya juga mengatur terkait dengan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Selain persoalan minimnya anggaran di Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Kependudukan, pihaknya juga akan minta penjelasan beberapa dinas yang juga memiliki hubungan dengan persoalan perempuan dan anak.

Seperti Dinas Kesehatan terkait anggaran yang berhubungan dengan kesehatan ibu hamil dan kesehatan anak untuk mengurangi angka stunting di Jatim yang juga masih tinggi.

“Juga di dinas tenaga kerja, bagaimana anggaran untuk BLK- BLK terkait pelatihan kepada perempuan untuk mandiri, Dinas UKM dan Koperasi, bagaimana pemberdayaan ekonomi untuk perempuan dengan usaha usaha yang dilakukannya. Serta dinas-dinas lainnya,” beber Untari.

Anggota Komisi E DPRD Jatim ini juga akan menanyakan secara detail ke Bapedda berapa total anggaran untuk pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak di Jatim. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Ina Ammania Desak Kasus Dugaan Kekerasan Seksual 13 Mahasiswi Unpas Diusut Transparan

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mendesak pengusutan transparan atas dugaan kekerasan seksual ...
EKSEKUTIF

Pasar Ngadiluwih Kediri Segera Buka 24 Jam, Siapkan 805 Lapak untuk Pedagang

KEDIRI – Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, segera beroperasi dengan konsep 24 jam setelah revitalisasinya hampir ...
LEGISLATIF

Andreas Gagas Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas di CMC Tiga Warna Malang

MALANG – Pelestarian mangrove tak hanya berperan menjaga lingkungan, tetapi juga berpeluang membuka sumber ekonomi ...
LEGISLATIF

Sidak Venue POPDA XV Jatim, DPRD Ngawi Temukan Mistar Gawang Goyang

NGAWI – Komisi III DPRD Kabupaten Ngawi menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah venue Pekan Olahraga ...
LEGISLATIF

Pelaku Usaha Mikro Tuban Didorong Berkoperasi

TUBAN – Upaya memperkuat perekonomian berbasis kerakyatan terus didorong di daerah. Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Pertanyakan Pengawasan Dishub, Pelanggaran Parkir Terjadi di Depan Petugas

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mempertanyakan efektivitas pengawasan Dinas Perhubungan (Dishub) setelah ...