Sabtu
03 Oktober 2026 | 12 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Prihatin Kekerasan di Dunia Pendidikan, Ahmad Basarah: Perlu Terobosan Baru

pdip-jatim-220824-basarah

JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah merasa prihatin atas banyaknya kasus kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan.

Setelah seorang santri Gontor meninggal akibat dianiaya rekan-rekannya akhir Agustus lalu, kini seorang siswa SMAN 9 Kupang dipecat oleh dewan guru akibat menendang dan menganiaya guru perempuan hingga hidungnya berdarah.

“Harus ada terobosan baru untuk mengeleminasi kekerasan demi kekerasan di dunia pendidikan nasional kita. Tidak ada pembenaran apapun untuk semua kekerasan di dunia pendidikan,” kata Ahmad Basarah, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (23/9/2022).

Dia menegaskan, kekerasan demi kekerasan di dunia pendidikan harus mendapat perhatian khusus sesuai amanat UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Di dalam Pasal 39 undang-undang itu secara tegas menyatakan, pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, organisasi profesi, dan/atau satuan pendidikan wajib memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugas.

“Tidak ada pembenaran apapun untuk semua kekerasan di dunia pendidikan. Masa guru sampai dianiaya muridnya sendiri? Fenomena ini menggambarkan masih ada sistem pendidikan yang masih kurang sesuai dalam dunia pendidikan kita,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Basarah meminta pihak terkait menjalin koordinasi yang efektif dengan Mabes Polri untuk memperketat peredaran barang terlarang di lingkungan sekolah.

“Pihak sekolah harus aktif menjalin komunikasi dengan Polri dan BNN begitu mencium gelagat sekolah mereka dirasuki peredaran minuman keras, apalagi disusupi jaringan narkoba. Jangan takut melapor demi menjaga kualitas dan masa depan anak bangsa,” tandas Basarah.

Ketua DPP PDI Perjuangan tersebut juga minta agar pendidikan budi pekerti di kalangan pelajar harus diperkuat dengan metode ajar yang menarik dan bahan bacaan yang representatif.

Terlebih, sistem pendidikan nasional yang bertumpu pada UU No. 20 Tahun 2003 sudah sangat baik, sebab Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 menjadi dasar dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.

“Di Indonesia kisah-kisah bijak yang memperkaya budi pekerti sangat banyak. Agar lebih bervariasi, kisah-kisah teladan lainnya bisa juga diambil dari negara lain. Jika kita sisipkan nilai-nilai Pancasila di dalamnya, itu akan lebih bagus sebab metode itu lebih sesuai dengan selera generasi milenial saat ini,” pungkas dosen pascasarjana Universitas Islam Malang tersebut. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sinergi Pemkab Banyuwangi dan AirNav Hadirkan Infrastruktur Dasar di Kampung Seling

BANYUWANGI – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dengan berbagai pihak terus diperkuat untuk ...
KABAR CABANG

Tahlil Tujuh Hari Guruh, PDIP Kabupaten Kediri Tekankan Pentingnya Merawat Budaya

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menggelar tahlil tujuh hari wafatnya Guruh Soekarnoputra sekaligus meneguhkan ...
LEGISLATIF

Pengaturan Jam Operasional Pasar Tanjung Jember, Widarto: Ini Sudah Bijaksana

JEMBER – Polemik penataan Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, untuk sementara menemukan jalan tengah. Pemerintah ...
LEGISLATIF

Anas Karno Minta RT/RW Data Warga yang Desilnya Tak Sesuai Kondisi Riil

SURABAYA – Keluhan warga terkait ketidaksesuaian data desil kesejahteraan kembali muncul dalam reses Anggota DPRD ...
KRONIK

Mahasiswa Ramai-Ramai Datangi DPRD Jember, Candra: Jangan Antipolitik

JEMBER – DPRD Jember didatangi sejumlah kelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sepanjang pekan ini. ...
KRONIK

Cegah Kebakaran, Diana Sasa Dorong Pemkab Buat Satu Data Terpadu

MAGETAN — Satu data yang terpadu terkait bencana kebakaran menjadi salah satu faktor dalam upaya pencegahan. Hal ...