Sabtu
12 September 2026 | 11 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

DPRD Kota Malang Akomodir Tuntutan Aksi Demo BBM dan Langsung Diteruskan ke Pusat

pdip-jatim-220910-demo-bbm-malang

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengatakan, pihaknya sudah menampung tuntutan dari mahasiswa mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pihaknya juga berkomunikasi dan menyampaikan tuntutan aksi ke DPR RI.

Made menyebutkan, dalam beberapa hari terakhir pihaknya sudah menerima banyak tuntutan dari elemen mahasiswa soal kenaikan harga BBM.

“Memang beberapa aspirasi yang diterima dewan sejak 3 September setelah pengumuman kenaikan BBM, tidak ada satupun yang menerima kenaikan tersebut,” beber I Made Riandiana Kartika di Kota Malang, Sabtu (10/9/2022).

Dalam aksi berbagai elemen tersebut, dia dan pimpinan DPRD Kota Malang menemui dan menampung aspirasi mereka.

Seperti pada Kamis (8/9/2022), Made menemui massa aksi yang berasal dari BEM Malang Raya. Sebagaimana aksi sebelumnya, mereka mengusung tuntutan menolak kenaikan harga BBM.

Seluruh tuntutan dan aspirasi tersebut, lanjut Made, disampaikan ke pusat apa adanya. Tidak hanya itu, sebutnya, enam fraksi DPRD Kota Malang telah menyepakati agar kenaikan harga BBM segera ditunda karena merugikan pihak, khususnya masyarakat kecil.

“Kami 6 fraksi DPRD Kota Malang sudah menerima aspirasi itu serta meneruskan langsung kepada sekretariat jenderal DPR RI secara resmi melalui fax yang saya tandatangani sendiri, untuk aspirasi tersebut diteruskan ke masing-masing fraksi yang ada di DPR RI,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, dalam tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa, DPRD Kota Malang berusaha mengakomodir seluruh tuntutan.

Meski demikian, terang Made, ada hal kontradiktif yang disampaikan, di mana mereka menolak kenaikan harga BBM tapi juga minta untuk pengelolan subsidi yang tepat sasaran.

DPRD Kota Malang, sebutnya, sangat sepakat terkait pengelolaan subsidi agar tepat sasaran. Pihaknya juga telah melakukan langkah dengan melakukan hearing bersama masing-masing OPD.

“Terutama untuk melihat OPD mana saja yang bisa mengelola pengalihan anggaran APBD Kota Malang yang nilainya naik dari Rp 7 miliar menjadi Rp 10 miliar untuk program jaring pengaman sosial bagi masyarakat,” pungkas Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...
KRONIK

Ketua HKTI Magetan Suarakan Aspirasi Petani dan Tekankan Regenerasi di Rakerda HKTI Jatim

MAGETAN — Anggota DPRD Magetan dari PDI Perjuangan sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ...
LEGISLATIF

Tunjang Kinerja Bamag Gresik, Nila Yani Serahkan Bantuan Perlengkapan Operasional

GRESIK – Dukungan terhadap penguatan pelayanan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gresik terus dilakukan. ...
KRONIK

Budi Leksono Desak PDAM Modernisasi Alat demi Jamin Kualitas Air Warga

SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendesak PDAM Surya Sembada segera melakukan ...