Minggu
08 November 2026 | 10 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi Magetan Pertanyakan Alkes Mangkrak di RSUD hingga Alih Fungsi Rumah Branding UMKM

pdip-jatim-dprd-magetan-190422-rita-haryati-2
Rita Haryati melaksanakan serap aspirasi di Aula Balai Desa Bangunasri Kecamatan Barat, Senin (18/4/2022).
Rita Haryati melaksanakan serap aspirasi di Aula Balai Desa Bangunasri Kecamatan Barat, Senin (18/4/2022).

MAGETAN – DPRD Magetan menggelar rapat paripurna dengan agenda pandangan umum (PU) fraksi-fraksi atas rancangan perda perubahan APBD Tahun 2022, Kamis (8/9/2022). Fraksi PDI Perjuangan, pada acara tersebut memberikan sejumlah catatan.

Membacakan sikap resmi fraksi, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Rita Haryati mempertanyakan tidak difungsikannya sejumlah alat kesehatan seperti neuro mecanical remote machine dan komputer assisted neuro mecanical remote di RSUD dr Sayidiman.

Padahal, untuk pengadaaan alat kesehatan di rumah sakit tersebut menyedot anggaran daerah yang lumayan besar, yakni Rp 9,9 miliar.  “Ini ada kendala apa? harus dijelaskan,” ujarnya.

Selain persoalan di bidang kesehatan, fraksi juga mempertanyakan alih fungsi rumah kemasan menjadi kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan. “Fraksi PDI Perjuangan memohon penjelasan, apa alasannya (alih fungsi)?” kata Rita Haryati.  

Rumah kemasan adalah sebuah gedung yang dibangun pemkab beberapa tahun lalu untuk memfasilitasi branding kemasan produk-produk dari industri kecil dan menengah (IKM), serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Proses pembangunan menelan anggaran senilai Rp 2,3 miliar.

Selain itu, fraksi juga meminta penjelasan kepada eksekutif terkait sejumlah hal. Misalnya soal penarikan retribusi di beberapa lokasi yang dikelola oleh Disperindag yang ditengarai tidak sesuai perda.

Kemudian soal dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) senilai Rp 2,1 miliar. Fraksi mempertanyakan kesesuaian penggunaan dana tersebut dengan peruntukannya.

Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti beberapa hal lain seperti infrastruktur jalan yang rusak, formasi CPNS dan tenaga PPPK.

Rita Haryati juga menandaskan sikap fraksi agar besaran sisa lebih pembiayan anggaran (SILPA) tidak lagi terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Fraksi juga mempertanyakan strategi pemerintah daerah kali ini dalam menekan besaran SILPA.

Sejawat se-fraksi Rita Haryati, Suyatno menambahkan, Fraksi PDI Perjuangan merekomendasikan prioritas penanggulangan kemiskinan ditekankan pada strategi pengurangan beban pengeluaran masyarakat. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Candra PDIP Dorong Watu Ulo Jadi Penggerak Ekonomi, Bukan Sekadar Destinasi Wisata

JEMBER – Potensi wisata bahari Pantai Watu Ulo, Kecamatan Ambulu, dinilai belum tergarap maksimal untuk ...
SEMENTARA ITU...

Prajurit TNI Asal Trenggalek Gugur dalam Misi Karhutla, Bupati Arifin: Kami Bangga sekaligus Berduka

TRENGGALEK — Pengabdian Sersan Satu (Sertu) Anumerta Heri Prasetyo kepada negara berakhir dalam misi pemadaman ...
HEADLINE

Antusiasme Soekarno Run Membeludak, PDI Perjuangan Jatim Buka Polling Tentukan Kota Berikutnya

BLITAR — Antusiasme masyarakat mengikuti Soekarno Run di Jawa Timur bakal menjadi penentu lokasi penyelenggaraan ...
KRONIK

Festival Ngopi Sepuluh Ewu Cangkir, Menikmati Kerahaman Suku Using Kemiren

BANYUWANGI – Suguh, gupuh, lungguh. Tiga kata ini menjadi filosofi masyarakat Suku Using dalam menyambut tamu. ...
KRONIK

Kawal Kemajuan Kampus di Madura, Hj. Ansari Komitmen Dukung STEI Masyarakat Madani

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, menyampaikan bahwa keberhasilan seorang sarjana tidak ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Resep Megawati agar Kader Tetap Setia pada Jalan Perjuangan

BLITAR — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan lima prinsip yang diajarkan Ketua ...