Kamis
15 Oktober 2026 | 10 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Wisata Batas Kampung, Adi Sutarwijono Babarkan Nilai Gotong Royong

pdip-jatim-220806-as-4-pilar-inkur-1

SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengangkat nilai-nilai gotong royong dalam acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang digelar anggota DPR/MPR RI Indah Kurnia.

Sosialisasi berlangsung di kawasan Wisata Batas Kampung (WBK), eks-pedukuhan Sumberan, Kelurahan Balas Klumprik, Kecamatan Wiyung, Sabtu (6/8/2022).

Acara tersebut dihadiri Indah Kurnia, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya Siti Maryam, Ketua PAC PDI Perjuangan Wiyung Kinaryo, dan jajaran pengurus PDI Perjuangan, serta masyarakat umum.

“Gotong royong adalah jiwa yang hidup di masyarakat kita, yang tumbuh dan berakar selama ratusan tahun,” kata Adi Sutarwijono.

Ketua DPRD Kota Surabaya ini menyebutkan, gotong royong senantiasa hidup di tengah peradaban masyarakat negeri ini. Tak hanya di pedesaan, namun juga berkembang dan maju di perkotaan, seperti Kota Pahlawan.

“Hari-hari ini, warga kampung-kampung di Surabaya tengah sibuk mempersiapkan dan menyambut datangnya Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, tanggal 17 Agustus. Kampung dan gapura dirias dan dipercantik. Juga digelar lomba-lomba,” ujarnya.

“Itu semua diselenggarakan warga masyarakat, dengan kerja sama satu sama lain. Memperkuat gotong royong, penuh keguyuban warga,” sambung dia.

Dengan gotong royong pula, tambah Awi, sapaan akrabnya, masyarakat menjunjung tinggi nilai-nilai dan spirit Bhineka Tunggal Ika, sehingga masyarakat dapat hidup berdampingan dengan rukun.

“Terima kasih Ibu Indah Kurnia, anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Dapil Surabaya-Sidoarjo, yang senantiasa menaruh perhatian terhadap pemberdayaan warga masyarakat. Terutama di bidang pemberdayaan ekonomi,” ucapnya.

Sementara itu, Indah Kurnia menekankan pentingnya kerja sama, gotong royong, antar berbagai kelompok masyarakat untuk kembali menggairahkan geliat ekonomi setelah 2 tahun didera pagebluk Covid-19.

“Lahirnya kawasan wisata batas kampung atau WBK, yang kini ramai dikunjungi warga, adalah salah satu hasil prakarsa masyarakat yang bisa saling bekerja sama,” jelas Indah.

Sedang Siti Maryam mengisahkan, adanya kawasan WBK berawal dari keyakinan warga untuk menyulap kawasan yang tertutup menjadi destinasi wisata. “Salah satunya berkat sentuhan tangan Ibu Indah Kurnia,” ungkap Maryam. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...
EKSEKUTIF

Sanusi Siapkan Pendidikan Kesetaraan Gratis untuk 14.565 Anak Tidak Sekolah di Malang

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menyiapkan intervensi pendidikan kesetaraan yang dibiayai penuh melalui APBD untuk ...
KRONIK

Ina Ammania Desak Kasus Dugaan Kekerasan Seksual 13 Mahasiswi Unpas Diusut Transparan

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mendesak pengusutan transparan atas dugaan kekerasan seksual ...