Selasa
21 Juli 2026 | 5 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kroscek Pasar Hewan Ngawi, Wabup Antok: Pembatasan untuk Melindungi Peternak dan Konsumen

IMG-20220525-WA0036_copy_900x507

NGAWI – Penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak makin mengkhawatirkan. Di Kabupaten Ngawi, hewan ternak seperti sapi dari luar daerah dilarang masuk pasar hewan. Hal itu dilakukan demi mencegah penyakit yang menular pada hewan berkuku ganda itu merebak di Ngawi.

Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko saat meninjau kondisi pasar hewan Legi, di Desa Kandangan, mengatakan, upaya preventif perlu dilakukan. Selain untuk memutuskan penyebaran, juga demi melindungi para peternak lokal Ngawi.

“Kami menyadari, penyebaran PMK ini sangat mengkhawatirkan. Maka bentuk antisipasi, dengan memastikan sapi yang dijual di pasar Ngawi bebas dari penyakit tersebut,” kata Wabup Antok kepada awak media, Rabu (25/5/2022).

Pembatasan sapi dari luar daerah itu, kata Wabup Antok demi melindungi para peternak lokal. Menurutnya, peternak di Ngawi tidak seluruhnya memiliki sapi dengan jumlah banyak. Malahan, ada lebih banyak peternak yang hanya memiliki satu atau dua ekor sapi saja.

“Di desa-desa banyak yang hanya memiliki satu atau dua ekor sapi. Dan itu menjadi penyangga hidup mereka. Itu harus diberikan proteksi,” kata Wabup Antok.

Di samping itu, menurut Wabup Antok, upaya pembatasan sapi dari luar daerah itu juga demi memberikan rasa nyaman para pembeli. Baik untuk keperluan hewan potong, atau yang akan dibesarkan kembali.

Sapi yang ditolak masuk pasar hewan Ngawi berasal dari berbagai wilayah. Namun, ada juga sapi lokal yang tidak diizinkan masuk, sebab terindikasi terpapar PMK.

Wabup Antok saat meninjau kondisi pasar hewan, juga bercengkrama dengan para pedagang sapi. Dirinya diminta untuk mengupayakan surat rekomendasi hewan ternak bisa dijual ke luar Ngawi.

“Para suplayer hewan ternak membutuhkan surat rekomendasi. Sesuai keterangan dari dinas perikanan dan peternakan, bahwa surat tersebut masih menunggu SOP dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Dan semoga pekan depan sudah ada kepastian,” ujar Wabup Antok.

Lebih lanjut, soal jelang Idul Adha, Wabup Antok berharap kondisi seperti ini segera berakhir. Agar ekonomi kembali bergeliat seperti sebelum-sebelumnya.

“Kita berharap saat idul Adha sudah kembali normal. Makanya kita meninjau langsung kondisi pasar, ini semata-mata agar situasi jual beli ternak di Ngawi cepat kembali normal. Kita tidak ingin dampak PMK ini mempengaruhinya ekonomi,” tandas Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko. (mmf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...