Senin
25 Mei 2026 | 9 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ramalan Megawati

kendi - ilustrasi krisis air

kendi - ilustrasi krisis airJAKARTA – Antara 18 September 2003 dan 4 April 2004, presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, paling tidak tiga kali meramalkan Indonesia krisis air.

Krisis air bisa terjadi dalam waktu 10 sampai 25 tahun sejak ramalan itu dikumandangkan Mega, bilamana mata air, hutan atau rimba raya, sungai dan lingkungan hidup tidak dipelihara dan diperhatikan dalam kurun waktu itu.

Ketika meresmikan perumahan TNI Angkatan Laut di Ciangsana, Bogor, Kamis, 18 September 2003, Megawati mengingatkan, jika sumber air tidak dijaga dalam waktu 10 tahun, Indonesia bisa krisis air. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan undang-undang yang mengatur tentang sumber daya air.

“Sekarang dibahas rancangan undang-undang tentang sumber daya air. Sepertinya sangat sederhana, air saja diundang-undangkan. Tapi, kalau tidak dijaga, 10 tahun yang akan datang, kita akan krisis air,” ujar Mega saat itu.

Senin, 8 Maret 2004, sebelum meresmikan Bendungan Batutegi, di Desa Way Harong, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Megawati mengatakan, bilamana bangsa, negara, dan pemerintah negeri ini tidak mampu menjaga lingkungan dan hutan dalam waktu sekitar 25 tahun, Indonesia akan kekurangan air bersih.

Sabtu, 3 April 2004, ketika meresmikan proyek Bendung Gerak Babat, salah satu proyek perbaikan dan pengaturan Bengawan Solo hilir di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sekali lagi Megawati mengatakan, Indonesia sedang dibayangi ancaman krisis air bersih yang serius.

Dua belas tahun setelah ramalan Megawati itu, harian Kompas, awal Maret 2015, tiga kali memberitakan di halaman satu tentang ancaman krisis air bersih dan air minum untuk manusia Indonesia. Terbitan Senin, 2 Maret 2015, memilih judul “Ketersediaan Air Minum Terancam-Kehadiran Negara Belum Memenuhi Hak Rakyat”.

Diwartakan pula, semua sungai besar di Indonesia tidak layak dijadikan sumber air baku untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Kemudian berita Selasa, 3 Maret, ditulis dengan judul, “Negara Belum Siap Kelola Air”. Dua hari kemudian, diberitakan lagi, “Air Bersih Kian Sulit Dicari”.

Bukan hanya soal krisis air yang disampaikan Megawati. Di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 23 Mei 2003, dia menyampaikan kerisauannya atas tindakan sejumlah pemerintah daerah di Indonesia yang melakukan konversi lahan pertanian untuk kepentingan di luar pertanian.

“Bisakah dibayangkan 50 atau 100 tahun lagi terjadi kelaparan di Indonesia akibat perbuatan kita sendiri,” ujar Megawati ketika membuka Rapat Teknis Sensus Pertanian.

Tatkala bicara soal krisis air di tempat tinggalnya di Menteng, Jakarta Pusat, beberapa pekan lalu, Megawati bertanya, “Coba sebutkan di mana mata air Sungai Berantas dan Sungai Ciliwung?” Mari kita cari mata air dua sungai itu dan bagaimana nasibnya?

Bukan hanya krisis air, kini Indonesia juga dibayangi krisis energi, krisis pangan, dan krisis-krisis lain, termasuk krisis kepemimpinan.

Mari sekarang bercerita tentang air dalam suasana jenaka atau canda. Sabtu, 24 Januari 2015, ketika sekelompok wartawan mewawancarai Presiden Joko Widodo soal pemerintahannya yang saat itu menjelang berumur 100 hari di Kantor Presiden di Kompleks Istana Negara dan Istana Merdeka, Jakarta, salah seorang wartawan berkali-kali batuk. Sang wartawan itu belum minum air putih sebelum wawancara. (J Osdar)

Sumber: Kompas

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPD PDI Perjuangan Jatim Buka Pendaftaran Soekarno Fun Run 2026 di Jember

DPD PDIP Jatim resmi membuka pendaftaran Soekarno Fun Run 2026 di Jember dengan menyasar generasi muda dan ...
KABAR CABANG

Saifudin Zuhri Tegaskan Loyalitas Kader dalam Pelantikan PAC PDIP Kota Batu

Saifudin Zuhri menegaskan pentingnya loyalitas kader dan konsolidasi organisasi dalam pelantikan PAC PDIP Kota Batu ...
EKSEKUTIF

Wabup Kediri Tegaskan Flyer ‘Pocong Jadi-Jadian’ Hoaks, Warga Diminta Tak Panik

Wabup Kediri Dewi Mariya Ulfa menegaskan flyer teror “pocong jadi-jadian” yang beredar di media sosial adalah hoaks ...
LEGISLATIF

Anggota DPRD Gresik Sosialisasikan Perda No 5/2024, Usaha Besar Wajib Gandeng UMKM Lokal

GRESIK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik terus mendorong penguatan pelaku usaha mikro, ...
KRONIK

DPD PDIP Jatim Apresiasi Langkah DPC Jember Rangkul Atlet Silat PO

DPD PDIP Jatim mengapresiasi langkah DPC Jember merangkul ratusan atlet silat PO sebagai strategi membangun basis ...
HEADLINE

Penempatan Gen Z di Posisi Penting Struktur PDI Perjuangan sebab Kehendak Zaman

KOTA PROBOLINGGO – Proses regenerasi kepengurusan di tubuh PDI Perjuangan berlangsung masif. Bahkan anak-anak muda ...