Senin
19 Oktober 2026 | 9 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gerakan Pelajar Batu Minum Susu Diapresiasi Pemerintah Pusat

pdip jatim - ER - Puspayoga - Tribunnews

pdip jatim - ER - Puspayoga - TribunnewsBATU – Gerakan minum susu bagi pelajar yang dicanangkan Pemerintah Kota Batu diapresiasi pemerintah pusat. Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga siap mengampanyekan’ kebijakan Pemkot Batu dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kecerdasan pelajar tersebut.

”Saya akan getok tular kepada pemerintah di daerah-daerah lain agar dapat meniru Kota Batu,” kata Puspayoga, saat meninjau tempat pengolahan susu di KUD Susu Kota Batu, Jumat (6/3/2015).

Didampingi Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, dan ketua KUD Susu Batu, Ismail Hasan, Puspayoga juga meninjau pengolahan susu di Jalan Raya Soekarno, Desa Beji, Kecamatan Junrejo. Dia juga terus mendorong supaya produksi susu di Kota Batu terus ditingkatkan, karena saat ini impor susu masih tinggi untuk memenuhi kebutuhan susu di dalam negeri.

Dalam setahun, katanya, Indonesia membutuhkan enam juta liter susu. “Produksi susu dalam negeri hanya mampu mencapai 1,5 juta liter. Untuk memenuhi kekurangannya harus impor,” ungkap Puspayoga.

Sementara, Wali Kota Eddy Rumpoko mengatakan Pemerintah Kota Batu dalam setahun memberikan susu pasteurisasi gratis. Sekitar 28.000 pelajar mulai SD sampai SMP di Kota Batu setiap pekan sebelum belajar serentak minum susu di 126 sekolah.

Menurut Edy, program tersebut ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi dan nutrisi pelajar. Sebab, meski Kota Batu menjadi sentra produksi susu secara nasional, tingkat konsumsi susu masih rendah.

Program minum susu segar sekaligus mengenalkan potensi susu sapi di Kota Batu. Selain itu, untuk meningkatkan pendapatan peternak sapi perah yang tersebar di Batu.

Untuk meningkatkan produksi susu, tambah ER, sapaan akraab Eddy Rumpoko, pihaknya terus mengupayakan. Saat ini, peternak sapi perah di Kota Batu bisa memproduksi 16-17 ton susu per hari.

Selain itu, kualitasnya juga terus ditingkatkan, termasuk juga kandang sapi. ”Kami membuat fasilitas kandang komunal. Jika dahulu sapi berada menjadi satu di rumah, sekarang sudah terpisah,” jelas ER.

Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang itu berharap, kehadiran menteri memberi bimbingan dan menyiapkan seluruh kebutuhan para petani yang mendominasi pencaharian di Kota Batu. “Terutama para petani dalam menghadapi modernisasi,” ucapnya.

Pertumbuhan ekonomi di Kota Batu, imbuh ER, semakin pesat. Hal itu dibuktikannya terdapat restoran, pusat oleh-oleh di sepanjang jalan utama Ir Soekarno. “Mudah-mudahan perhatian pemerintah pusat bisa membantu secara spesifik, bagaimana sektor pertanian bisa mendukung pariwisata,” harap dia. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...
HEADLINE

Gunung Arjuno Terbakar; PDI Perjuangan Kerahkan Ratusan Relawan, Bantu Air Bersih untuk Warga Terdampak

KABUPATEN PASURUAN – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melalui gerakan PDI Perjuangan Peduli menyiapkan sekitar 20 ...
KRONIK

Sonny Jadi DJ Senam Tempo Disko Kaliboyo, Warga Antusias Tebus Sembako Murah

BANYUWANGI – Suasana Minggu pagi di Kaliboyo, Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, berlangsung meriah. Warga ...
KRONIK

DPRD Kabupaten Sumenep Peringati Hari Parlemen 2026 dengan Jalan Sehat Politik

SUMENEP – DPRD Kabupaten Sumenep menggelar Jalan Sehat Politik dalam rangka Hari Parlemen 2026 di area Taman Bunga ...