Senin
19 Oktober 2026 | 4 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Kader Kesehatan di Surabaya yang Dipecat

pdip-jatim-220203-eri-2

SURABAYA – Pemkot Surabaya memastikan tak ada pemecatan kader kesehatan di Kota Pahlawan. Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, kader punya andil besar dalam membantu menyelesaikan masalah di masyarakat.

“Kita membangun Kota Surabaya dengan gotong-royong dan kekeluargaan. Kami pastikan pemerintah tidak akan tutup mata untuk kehebatan orang-orang seperti kader-kader yang ada di Kota Surabaya,” kata Eri di halaman Balai Kota Surabaya, Selasa (1/3/2022).

Dia menyebut, selama ini kader telah banyak membantu Pemkot Surabaya. Terutama, dalam menuntaskan berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Terutama, dalam penyelesaian kemiskinan, bayi stunting, hingga kesehatan. Berbagai permasalahan ini dilakukan pemkot dengan cara gotong-royong bersama kader dan masyarakat.

“Sehingga kader-kader inilah yang harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Kader ini bekerja hanya untuk kepentingan umat, kekeluargaan dan gotong-royong dengan pemerintah,” jelasnya.

Dengan besarnya peran kader tersebut, Eri Cahyadi menegaskan komitmen keberpihakan terhadap mereka. Politisi PDI Perjuangan ini pun memastikan bahwa tidak ada kader Surabaya yang dipecat.

Dia menyesalkan ada isu yang menyebutkan jika kader Surabaya akan dipecat. “Onok seng ngomong kadere kene kok dipecat? Sing ngomong sopo? (Ada yang bilang kader di sini kok dipecat? Yang bicara siapa?),” tanya dia.

“Kalau tidak mengerti, jangan menimbulkan sesuatu yang tidak. Akhirnya apa? Kasihan kader-kader yang bekerjanya dengan hati,” tutur Eri.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya ini pun menginginkan agar seluruh kader yang ada di Surabaya menjadi satu bagian. Baik kader yang bergerak di kesehatan, sosial, hingga kader lainnya.

Sebab, seluruhnya memiliki tujuan sama. Yakni bekerja atas dasar sosial kemanusiaan untuk menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat.

“Jika kekuatan hati ini jadi satu dengan kekeluargaan dan gotong-royong, maka selesai masalah di Surabaya. Tidak ada orang miskin, tidak ada bayi stunting, tidak ada gizi buruk,” tegas dia.

Bahkan, sebagai bentuk perlindungan kepada para kader, pihaknya berencana membuat sebuah sistem. Melalui sistem tersebut, maka diharapkan eksistensi kader Surabaya tak akan bisa digeser oleh siapapun.

“Saya membuat sistem. Kalau output-nya ada, maka kader ini tidak bisa digeser oleh siapapun. Sebab, mereka orang-orang hebat dan ikhlas,” beber Eri Cahyadi.

Sebelumnya, sejumlah kader kesehatan di Surabaya melakukan mogok kerja hingga mengancam akan mundur akibat adanya isu pemecatan. Ini merupakan aksi solidaritas sesama kader di Surabaya terhadap isu pemecatan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Said Abdullah Salurkan Bantuan Renovasi Rumah untuk 25 Warga Pulau Raas

SUMENEP – Sebanyak 25 warga di Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, menerima bantuan dana rehabilitasi rumah ...
HEADLINE

Tuntas Pelatihan AI, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Naik Level Pratama

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sukses menyelenggarakan pelatihan kaderisasi tingkat Pra-Pratama berbasis ...
LEGISLATIF

Diana Sasa Bawa Pesan “Jalan Baik, Ekonomi Bangkit” dalam Sosialisasi Kedewanan

MAGETAN — Pembangunan infrastruktur memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas dan perekonomian masyarakat. ...
SEMENTARA ITU...

Turnamen Catur Abhipraya Open 2026: Cetak Atlet Muda Potensial dan Bentuk Karakter Siswa di Magetan

Ajang berburu pengalaman dan jam terbang bagi 240 atlet catur tingkat pelajar ini diselenggarakan sekaligus untuk ...
LEGISLATIF

JKN Kabupaten Kediri Capai 98 Persen, Pulung Agustanto Soroti Kepastian Akses Layanan

KEDIRI – Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Kediri mencapai 98 persen. Anggota ...
LEGISLATIF

Arjuna Minta Kasus Dugaan Perundungan Anak Disabilitas di Surabaya Dikawal hingga Tuntas

SURABAYA – Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Arjuna Rizki Dwi Krisnayana meminta kasus dugaan perundungan terhadap ...