Jumat
19 Juni 2026 | 2 : 36

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi Banteng Magetan Soroti Belanja Tak Terduga RAPBD 2022 Sebesar Rp 66,7 M

pdip-jatim-dprd-magetan-290921-rita-haryati

MAGETAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan menyoroti pos anggaran belanja tak terduga sebesar Rp 66,7 miliar pada Rancangan APBD Tahun 2022. Selain itu, dalam rapat paripurna di gedung dewan, Rabu (24/11/2021), fraksi juga menyoroti turunnya target pendapatan daerah.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Hj Rita Haryati mengatakan, pihaknya mempertanyakan pos anggaran belanja tak terduga yang nilainya cukup besar yaitu Rp 66,7 miliar.

“Apakah dana sebesar itu akan digunakan untuk antisipasi Covid-19 gelombang berikutnya? Jika memang digunakan untuk itu harus dijelaskan secara rinci peruntukan penggunaannya. Hal ini guna menjaga transparasi dan akuntabilitasnya,” tegas Rita Haryati dalam rapat paripurna .

Fraksi PDI Perjuangan, lanjut Rita, juga meminta penjelasan kepada Bupati terkait pendapatan daerah yang hanya sebesar Rp 1,47 triliun. Sebab, dibandingkan dengan Perubahan APBD Tahun 2021, pendapatan daerah mengalami penurunan 3,2 persen atau setara Rp 55,3 miliar.

“Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan, apa masih mungkin target ditingkatkan. Hal ini mohon dicermati oleh eksekutif,” tandas Rita.

Masih kata Rita, fraksi meminta agar RAPBD 2022 mencerminkan sinergi dengan prioritas pembangunan nasional tahun 2022 yaitu pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.

Dorong Pembentukan Satgas Pupuk

Pada sektor pertanian, Fraksi PDI Perjuangan memberikan sorotan terkait kelangkaan pupuk yang menyebabkan harga jual di tingkat kios jauh di atas harga eceran tertinggi. Karena itu, fraksi memberikan masukan kepada bupati untuk menertibkan pendistribusian pupuk sampai pada tingat kios.

Tidak hanya itu, fraksi mendorong pembentukan satgas untuk mengatasi persoalan pupuk ini. Satgas dimaksud yakni gabungan dari pihak eksekutif bersama dengan instansi seperti kepolisian, TNI, dan kejaksaan. “Bupati harus membentuk Satgas atau tim gabungan,” kata Rita.

Sementara itu, Ketua DPRD Sujatno mengatakan, RAPBD 2022 difokuskan pada tiga hal yaitu penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi dan jaring pengaman sosial.

“Setelah adanya pandangan umum dari fraksi nanti akan kita bahas lagi dan tahapan berikutnya tentunya bupati akan memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi,” ujar Sujatno yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Kondisi Geopolitik Timur Tengah jadi Tantangan Penyelenggaraan Haji ke Depan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah perihal tantangan ...
LEGISLATIF

Selaraskan Aturan Pusat, DPRD dan DPMD Jombang Bakal Revisi Perda Pilkades

JOMBANG – Komisi A DPRD Kabupaten Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pemberdayaan ...
KRONIK

Bertemu Mensos, Bupati Ipuk Laporkan Progres Sekolah Rakyat dan Digitalisasi Perlinsos

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bertemu Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, di Kantor ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Apresiasi Raperda Pembentukan Lima Desa Baru, Soroti Kesiapan SDM dan Kemampuan Fiskal Pemkab Ponorogo

PONOROGO – Fraksi PDI Perjuangan maPAN DPRD Kabupaten Ponorogo menyatakan dukungannya terhadap pembentukan lima ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Turonggo Yakso Tampil di Korsel, Perkuat Diplomasi Budaya dan Pariwisata Trenggalek

Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong promosi budaya dan ekonomi kreatif Trenggalek melalui ...
KABAR CABANG

DPC Lamongan Gelar Lomba Sinematografi AI, Begini Cara Daftarnya

LAMONGAN – Menyambut Bulan Bung Karno 2026, DPC PDI Perjuangan Lamongan akan Gelar Lomba Video AI (Artificial ...