Kamis
17 September 2026 | 10 : 26

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi Banteng Magetan Soroti Belanja Tak Terduga RAPBD 2022 Sebesar Rp 66,7 M

pdip-jatim-dprd-magetan-290921-rita-haryati

MAGETAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Magetan menyoroti pos anggaran belanja tak terduga sebesar Rp 66,7 miliar pada Rancangan APBD Tahun 2022. Selain itu, dalam rapat paripurna di gedung dewan, Rabu (24/11/2021), fraksi juga menyoroti turunnya target pendapatan daerah.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Hj Rita Haryati mengatakan, pihaknya mempertanyakan pos anggaran belanja tak terduga yang nilainya cukup besar yaitu Rp 66,7 miliar.

“Apakah dana sebesar itu akan digunakan untuk antisipasi Covid-19 gelombang berikutnya? Jika memang digunakan untuk itu harus dijelaskan secara rinci peruntukan penggunaannya. Hal ini guna menjaga transparasi dan akuntabilitasnya,” tegas Rita Haryati dalam rapat paripurna .

Fraksi PDI Perjuangan, lanjut Rita, juga meminta penjelasan kepada Bupati terkait pendapatan daerah yang hanya sebesar Rp 1,47 triliun. Sebab, dibandingkan dengan Perubahan APBD Tahun 2021, pendapatan daerah mengalami penurunan 3,2 persen atau setara Rp 55,3 miliar.

“Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan, apa masih mungkin target ditingkatkan. Hal ini mohon dicermati oleh eksekutif,” tandas Rita.

Masih kata Rita, fraksi meminta agar RAPBD 2022 mencerminkan sinergi dengan prioritas pembangunan nasional tahun 2022 yaitu pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.

Dorong Pembentukan Satgas Pupuk

Pada sektor pertanian, Fraksi PDI Perjuangan memberikan sorotan terkait kelangkaan pupuk yang menyebabkan harga jual di tingkat kios jauh di atas harga eceran tertinggi. Karena itu, fraksi memberikan masukan kepada bupati untuk menertibkan pendistribusian pupuk sampai pada tingat kios.

Tidak hanya itu, fraksi mendorong pembentukan satgas untuk mengatasi persoalan pupuk ini. Satgas dimaksud yakni gabungan dari pihak eksekutif bersama dengan instansi seperti kepolisian, TNI, dan kejaksaan. “Bupati harus membentuk Satgas atau tim gabungan,” kata Rita.

Sementara itu, Ketua DPRD Sujatno mengatakan, RAPBD 2022 difokuskan pada tiga hal yaitu penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi dan jaring pengaman sosial.

“Setelah adanya pandangan umum dari fraksi nanti akan kita bahas lagi dan tahapan berikutnya tentunya bupati akan memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi,” ujar Sujatno yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan. (rud/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Kasus Rudapaksa Disabilitas, Hj. Ansari PDIP Desak Pemulihan Mental Total bagi Korban

PAMEKASAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Hj. Ansari, meminta penanganan kasus dugaan rudapaksa terhadap ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Tulungagung Soroti Tingginya Silpa dan Perjuangkan Kelayakan Gaji PPPK

TULUNGAGUNG – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung menyoroti tingginya SILPA (Sisa Lebih Pembiayaan ...
SEMENTARA ITU...

Kediri Bidik Emas Senam Porprov 2027, Atlet Dibina Sejak Usia SD

KEDIRI — Kabupaten Kediri mulai mematangkan target prestasi cabang olahraga senam untuk menghadapi Porprov Jawa ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Dorong Perda Pesantren dan Madin Mulai Berlaku Maksimal 2027

TRENGGALEK – Peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pesantren dan Madrasah Nonformal atau Madrasah ...
EKSEKUTIF

Terbukti Pungli Retribusi Sampah, Dua PPPK Paruh Waktu DLH Surabaya Diberhentikan

SURABAYA — Pemkot Surabaya memberhentikan dua pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ...
SEMENTARA ITU...

Tradisi Keduk Beji, Upaya Warga Tawun Melestarikan Sumber Air Jadi Wisata Budaya

NGAWI – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, terus melestarikan tradisi Keduk Beji sebagai bentuk ...