Selasa
21 Juli 2026 | 8 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mas Bup Harap Kampung Inggris Jadi Contoh Kampung Digital

pdip-jatim-211123-mas-bup-kampung-inggris-1

KEDIRI – Kampung Inggris di Kecamatan Pare bakal menjadi pusat kampung digital pertama di Kabupaten Kediri. Dalam implementasinya ke depan, Kampung Inggris bakal menerapkan sistem pembayaran full digital agar memudahkan dalam bertransaksi.

Dari data yang dihimpun, hingga Oktober 2021, telah terbentuk 773 merchant dan sekitar 500 pedagang telah menggunakan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) atau pembayaran menggunakan sistem barcode.

“Saya berharap ke depan dapat mendorong UMKM di kampung Inggris untuk bisa meningkat lebih maju dan pada akhirnya turut mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kediri,” ujar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Selasa (23/1/2021).

Pembayaran melalui QRIS selain memudahkan pembeli dan pedagang, menurut Dhito, juga sangat cocok diterapkan selama masa pandemi karena tak ada kontak fisik dalam kegiatan tersebut.

“Melalui pembayaran ini tidak repot lagi untuk kembalian karena pasti pas,” jelasnya.

Dia berharap dengan dimulainya pembayaran ini, UMKM lebih bisa terangkat dan nantinya apabila Bandara Kediri pada tahun 2023 nanti dibuka, produk asal Kampung Inggris seperti kaos, minuman kopi dan anyaman bisa terangkat.

“Karena kalau kita bicara mengenai Kabupaten Kediri pasti yang ada di benak masyarakat yakni Kampung Inggris. Saya berharap ini bisa menjadi menjadi contoh ikon kampung digital di Kabupaten Kediri maupun Jawa Timur,” harap kader PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, Hanindhito melaunching penerapan QRIS di lembaga BEC (Basic English Course) Desa Pelem, Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Senin (22/11/2021). BEC dipilih Mas Dhito mengingat lembaga tersebut menjadi pioner berdirinya Kampung Inggris Pare.

Dalam kesempatan itu, Mas Bup, sapaan akrab Bupati Hanindhito, juga mencoba QRIS dengan memborong sejumlah produk UMKM di Kampung Inggris.

Sementara itu Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Wihujeng Ayu Rengganis dalam sambutannya mengungkapkan Kampung Inggris memiliki potensi yang sangat luar biasa.

Dengan pengunjung dari seluruh wilayah Indonesia dan merupakan generasi milenial maka pengembangan ekosistem digital sangat mungkin dilakukan dan Kampung Inggris dapat berkembang lebih cepat dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya.

“Saat ini di Kampung Inggris sudah terbentuk lebih dari 500 pedagang QRIS, dan jumlah tersebut akan terus meningkat. Terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kediri, komunitas bahasa, komunitas UMKM yang telah menjadi mitra yang luar biasa,” ucapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Dorong Pemkot Percepat Pembangunan Pintu Air Kali Jagir

SURABAYA – Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...