Kamis
25 Juni 2026 | 2 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nugroho Dorong Pengelolaan Sampah Organik, Ini Manfaatnya

pdip-jatim-211114-nugroho-4

MOJOKERTO – Plh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto, SW Nugroho, berharap Agro Edukasi MSP yang letaknya bersebelahan dengan tempat pembuangan akhir (TPA) Karangdiyeng menjadi contoh pengelolaan sampah organik menjadi pakan ternak maupun pupuk organik.

Hal itu disampaikan SW Nugroho di sela kesibukannya menyampaikan materi Diklat Kader Pratama Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) di Wisma Perjuangan, Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu, Sabtu malam (12/11/2021).

“Saya ingin Agro Edukasi MSP di TPA Karangdiyeng menjadi contoh menghabiskan sampah organik menjadi pakan ternak dan pupuk, sehingga TPA tersebut bisa berumur panjang karena sampahnya terus diurai,” terang Nugroho.

Dari data yang diperoleh, anggota komisi B DPRD Provinsi Jatim ini menerangkan, dalam kurun waktu satu tahun, Indonesia menghasilkan 64 juta ton sampah dan 60 persen di antaranya adalah sampah organik.

“Ini kan bisa jadi peluang ekonomi masyarakat, sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan baik, maka dari itu Agro Edukasi MSP berdiri untuk menjadi contoh Pusat Pelatihan, Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S), termasuk pengolahan sampahnya,” terang Nugroho.

Selain menjadi sumber penyakit karena banyaknya kuman jika sampah yang menumpuk tidak dikelola, lanjut Dewan pengawas Agro Edukasi MSP ini, sampah organik tersebut akan menghasilkan gas metana yang berdampak langsung pada pemanasan global.

“Sampah makanan yang bersifat organik akan menghasilkan gas metana yang berdampak langsung pada fenomena pemanasan global dan bahkan kemungkinan untuk menyebabkan ancaman ekonomi yang disebabkan oleh krisis pangan karena makanan yang terus berakhir di tempat sampah,” beber Wasekin DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Untuk itu, Agro Edukasi MSP ini hadir dan terus melakukan kajian dengan tujuan untuk memberikan solusi dari resiko pemanasan global, biaya produksi pakan yang tinggi hingga penumpukan sampah yang terus-menerus terjadi.

Diketahui, selain menjadi pusat pendidikan pertanian, tempat tersebut juga akan dijadikan sebagai industri pakan ternak dengan memanfaatkan sampah organik yang ada di TPA Karangdiyeng. Pemanfaatan sampah organik bisa menjadi pakan ternak, pakan lele, dan pupuk organik. (arul/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

MH Said Abdullah Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Guru Ngaji

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, MH Said Abdullah, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Malang Soroti Wacana WFH ASN, Minta Pemkot Tertibkan Penggunaan BBM Subsidi

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang mempertanyakan urgensi wacana Work From Home (WFH) bagi ASN pasca-kenaikan ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Terima Kunjungan KPU, Tegaskan Kesiapan Sipol Hingga Kuota Perempuan

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menerima kunjungan kerja dari jajaran ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Siapkan Direksi BUMD Berkontrak Kinerja, Targetkan PAD Kediri Terdongkrak

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan akan mengisi kekosongan jabatan direktur BUMD dengan figur yang ...
KABAR CABANG

Rumah Ngatemin Jadi RTLH ke-12 yang Dibedah PDIP Kota Batu, Wujud Nyata Ajaran Bung Karno

Rumah Ngatemin, warga Dusun Junggo, Kota Batu, menjadi rumah ke-12 yang dibedah DPC PDI Perjuangan Kota Batu sejak ...
SEMENTARA ITU...

Kwarcab Pramuka Surabaya Desak Pemkot Bangun Bumi Perkemahan, Dinilai Mendesak untuk Pendidikan Karakter

Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya mendesak Pemkot Surabaya segera merealisasikan pembangunan Bumi Perkemahan. ...