Rabu
12 Agustus 2026 | 9 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nugroho Dorong Pengelolaan Sampah Organik, Ini Manfaatnya

pdip-jatim-211114-nugroho-4

MOJOKERTO – Plh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto, SW Nugroho, berharap Agro Edukasi MSP yang letaknya bersebelahan dengan tempat pembuangan akhir (TPA) Karangdiyeng menjadi contoh pengelolaan sampah organik menjadi pakan ternak maupun pupuk organik.

Hal itu disampaikan SW Nugroho di sela kesibukannya menyampaikan materi Diklat Kader Pratama Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) di Wisma Perjuangan, Desa Oro-oro Ombo, Kota Batu, Sabtu malam (12/11/2021).

“Saya ingin Agro Edukasi MSP di TPA Karangdiyeng menjadi contoh menghabiskan sampah organik menjadi pakan ternak dan pupuk, sehingga TPA tersebut bisa berumur panjang karena sampahnya terus diurai,” terang Nugroho.

Dari data yang diperoleh, anggota komisi B DPRD Provinsi Jatim ini menerangkan, dalam kurun waktu satu tahun, Indonesia menghasilkan 64 juta ton sampah dan 60 persen di antaranya adalah sampah organik.

“Ini kan bisa jadi peluang ekonomi masyarakat, sayang kalau tidak dimanfaatkan dengan baik, maka dari itu Agro Edukasi MSP berdiri untuk menjadi contoh Pusat Pelatihan, Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S), termasuk pengolahan sampahnya,” terang Nugroho.

Selain menjadi sumber penyakit karena banyaknya kuman jika sampah yang menumpuk tidak dikelola, lanjut Dewan pengawas Agro Edukasi MSP ini, sampah organik tersebut akan menghasilkan gas metana yang berdampak langsung pada pemanasan global.

“Sampah makanan yang bersifat organik akan menghasilkan gas metana yang berdampak langsung pada fenomena pemanasan global dan bahkan kemungkinan untuk menyebabkan ancaman ekonomi yang disebabkan oleh krisis pangan karena makanan yang terus berakhir di tempat sampah,” beber Wasekin DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Untuk itu, Agro Edukasi MSP ini hadir dan terus melakukan kajian dengan tujuan untuk memberikan solusi dari resiko pemanasan global, biaya produksi pakan yang tinggi hingga penumpukan sampah yang terus-menerus terjadi.

Diketahui, selain menjadi pusat pendidikan pertanian, tempat tersebut juga akan dijadikan sebagai industri pakan ternak dengan memanfaatkan sampah organik yang ada di TPA Karangdiyeng. Pemanfaatan sampah organik bisa menjadi pakan ternak, pakan lele, dan pupuk organik. (arul/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Tegaskan Bullying Tak Boleh Dibiarkan, Masa Depan Kediri di Tangan Anak Muda

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bullying dan pergaulan bebas harus dicegah di kalangan pelajar. ...
KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...