Sabtu
10 Oktober 2026 | 12 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Johan Budi: HTN 2021 Jadi Momentum Secara Revolusioner Ubah Mindset tentang Petani

pdip-jatim-johan-budi-batik

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan, ke depan arah kebijakan politik pertanian harus lebih diperhatikan agar lebih berpihak kepada para petani.

Arah kebijakan politik pertanian itu, di antaranya menyangkut soal harga gabah, jagung, dan mekanisme pasar.

Apalagi, tambah Johan, problematika yang dialami para petani masih menjadi permasalahan yang juga harus benar-benar diperhatikan pemerintah. Seperti ketergantungan terhadap pupuk kimia/urea, mahalnya harga pupuk hingga pendistribusiannya.

Oleh karena itu pihaknya pun mendorong upaya penggunaan pupuk organik yang dapat dikoordinir oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan).

“Mindset tentang petani itu problemnya banyak tentang pupuk langka, mahal, distribusi pupuk yang bermasalah. Ketergantungan terhadap pupuk urea/kimia kalau bisa dikurangi. Biar bisa kembali ke pupuk organik. Kalau organik bisa memperbaiki nutrisi tanah hasilnya akan menjadi baik berkali-kali,” beber Johan Budi.

Hal itu dia sampaikan saat mengikuti talk show terkait peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2021 di sebuah radio swasta di Ponorogo, Jumat (24/9/2021) lalu.

Pada kesempatan itu, Johan Budi mengatakan, yang paling utama yakni bagaimana mengubah mindset petani menjadi lebih revolusioner dan menyangkut arah kebijakan politik pertanian.

“Selamat Hari Tani. Saya berharap Hari Tani 2021 ini bisa menjadi momentum untuk secara revolusioner mengubah mindset tentang petani,” ucapnya.

Mantan Juru Bicara Presiden itu juga menyampaikan, masalah lain yang juga harus menjadi perhatian serius adalah soal ketersediaan lahan.

Masifnya konversi lahan pertanian, terutama di Pulau Jawa menjadi ancaman ketahanan pangan nasional di masa depan. Terlebih pulau Jawa juga lah yang saat ini menjadi sentra dan tumpuan pertanian nasional terutama padi.

“Berkaitan dengan ketersediaan lahan pertanian di Jawa konversi, lahan lebih cepat berubah jadi perumahan. Ini perlu dipikirkan,” imbuhnya.

Meskipun demikian dia mengapresiasi usaha pemerintah terkait program food estate. Yakni rencana pengembangan terintegrasi antara pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan dengan mengkonversi tanah yang tidak terpakai menjadi lahan pertanian.

“Saya dengar ada program pemerintah food estate yang mengkonversi tanah tidak terpakai jadi lahan pertanian yang jumlahnya mencapai ratusan ribu hektar. Untuk hasilnya saya belum tahu, semoga berhasil,” harapnya. (jr/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

UMKM

Kisah Busono Membangun Kemandirian Petani Tembakau Senori

TUBAN — Kiprah kader partai politik tidak melulu soal adu gagasan di panggung kekuasaan. Di sudut Kabupaten Tuban, ...
KRONIK

Said Abdullah Dukung Rumah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani di Malang untuk Pendidikan Karakter

MALANG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah mendukung pembangunan Rumah Tahfidz Al-Qur’an Puan ...
LEGISLATIF

Tinjau Talud Penahan Banjir Sungai Temon, Doding Rahmadi Targetkan Rampung Akhir Desember

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi meninjau progres pembangunan talud penahan banjir di ...
KRONIK

Konsolidasi di Kabupaten Malang, Said Abdullah Ingatkan Kader Jaga Amanah Rakyat

MALANG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah mengingatkan pentingnya membangun paradigma baru ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kedekatan Partai dengan Rakyat Harus Hadir Setiap Hari, Bukan Hanya Saat Pemilu

MALANG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah menegaskan kedekatan partai politik dengan rakyat ...
KRONIK

Luncurkan Teman Lansia, Bupati Ipuk Pastikan Warga Senior Rentan Tak Luput dari Layanan

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus memperkuat perhatian kepada warga lanjut usia (lansia), ...