Jumat
16 Oktober 2026 | 9 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Perkuat Tracing dan Putus Rantai Penularan Covid-19, Pemkab Banyuwangi Bentuk 669 Tracer

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-31072021

BANYUWANGI – Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi membentuk Tim Tracer yang bertugas melakukan tracing (pelacakan) Covid-19 di tiap desa dan kelurahan. Tim ini membantu puskesmas dalam melaksanakan tes dan pelacakan terhadap kontak erat pasien Covid-19. Ada 669 tracer yang disebar ke seluruh desa dan kelurahan se-Banyuwangi.

Tim tracer ini terdiri atas Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan relawan. Mereka membantu puskesmas melakukan penyisiran terhadap kontak erat pasien Covid-19. Apel pelepasan Tim Trcaer, Jumat (30/7/2021) berlangsung di Mapolresta Banyuwangi.

Seusai apel pelepasan, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan pihaknya ingin mengetahui dengan cepat warga yang mungkin terpapar dari pasien sebelumnya yang terkonfirmasi positif. Harapannya, dapat memutus mata rantai penularan.

“Salah satu kunci penanganan pandemi ini memang T3 (tes, tracing, treatment). Tracing yang luas dan cepat bisa memutus mata rantai penularan. Kita tahu secepat mungkin warga yang terpapar dari pasien yang sebelumnya terkonfirmasi positif. Terima kasih atas gotong royong semua pihak,” kata Bupati Ipuk

Apel pelepasan sendiri langung dipimpin Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu, dihadiri Kasdim 0825 Banyuwangi Mayor Inf Herawadi Karnawan, perwakilan dari Lanal Banyuwangi, Kejaksaan Tinggi Negeri, dan Pengadilan Negeri Banyuwangi.  Turut hadir para tokoh agama dan masyarakat.

“Tim tracer ini dibentuk untuk lebih mengoptimalkan lagi tracing dan testing yang dilakukan puskesmas. Selama ini rasio tracing di Banyuwangi sudah termasuk yang tertinggi di Jatim, meski belum di angka yang ideal, sehingga dengan dukungan tim tracer ini tentu tracing kita bisa semakin cepat dan luas,” jelas Bupati Ipuk.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, AKBP Nasrun Pasaribu, mengatakan jumlah Tim Tracer bisa terus bertambah karena animo para relawan sangat tinggi untuk membantu pemerintah menangani Covid-19 ini.

Nasrun menjelaskan, satu tim petugas tracer akan menyisir 1-15 orang yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19.

“Selain melakukan tracing dan testing, tim juga akan mengarahkan warga yang terpapar untuk melakukan isolasi secara terpusat di tempat yang telah disediakan di setiap kecamatan. Tim Tracer juga bertugas memberikan informasi dan edukasi yang benar tentang Covid-19, termasuk isolasi. Semuanya melaporkan hasil aktivitasnya kepada petugas Puskesmas sebagai koordinator tracer,” ujar Nasrun. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kukuhkan 66 Kepala Sekolah, Bupati Lukman Tekankan Integritas dan Mutu Pendidikan

BANGKALAN – Kepala sekolah bukan sekadar menduduki jabatan struktural, tetapi juga memegang tanggung jawab besar ...
KRONIK

Sambut Hari Santri, Pemkab Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri

BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, Pemerintah ...
KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...