Selasa
20 Oktober 2026 | 7 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi Banteng Sumenep dan Bangkalan Kompak, Tolak Impor Beras!

pdip-jatim-zainal-arifin-sumenep-150321

MADURA – Rencana Menteri Perdagangan RI mengimpor beras dan garam mendapat penolakan dari Fraksi PDI Perjuangan se-Madura. 

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, mengungkapkan bahwa keputusan impor beras tidak selaras dengan aspirasi masyarakat. 

“Sekarang di Sumenep musim panen. Stok beras melimpah. Saya kira hasil panen sudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat Sumenep,” ujar Ji Zinal, sapaan akrab H. Zainal Arifin, Selasa (23/03/2021).

Lelaki yang menjabat bendahara DPC PDI Perjuangan Sumenep ini menambahkan, tanpa impor beras, para petani akan mandiri dan bahagia.

“Dengan hasil panen petani kita sendiri, Sumenep akan mandiri. Kita akan belajar untuk memenuhi kebutuhan beras kita dari para petani kita sendiri,” tegas Ji Zinal.

Penolakan impor beras dan garam juga disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, Suyitno. Menurut Suyitno, seharus pemerintah menghitung lebih detail hasil produksi garam. 

“Kami, Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Bangkalan menolak dengan tegas impor garam yang sangat berlebihan. Seharusnya pemerintah sebelum menetapkan impor garam harus dihitung dengan detail antara produksi garam kita dengan kebutuhan garam di Indonesia. Apalagi saat ini petani garam banyak mengeluh dengan harga garam,” jelas Suyitno. 

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Bangkalan itu memerinci resiko impor garam secara berlebihan. 

Pertama, turunnya harga garam secara drastis dari petani garam. Kedua, garam lokal banyak tidak terpakai karena stok lebih di pasaran.

“Ketiga, akhirnya akan menurunkan income masyarakat, khususnya  para petani garam,” urai Suyitno. 

Selain itu, tambah Suyitno, untuk persoalan beras sudah jelas. Hasil panen yang melimpah dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

“Dalam hal beras sudah sangat jelas. Produksi beras kita tahun ini cukup baik. Diperkirakan stok cukup sampai akhir tahun. Maka, impor beras tidak perlu dilakukan. Jelas, hal itu akan menurunkan harga gabah dari petani,” ujarnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...
KABAR CABANG

Sambut Hari Sumpah Pemuda, DPC Ngawi Siapkan Turnamen Futsal Berhadiah Jutaan Rupiah

NGAWI – Semangat Sumpah Pemuda bergemuruh di lingkungan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi. Dalam rangka ...
LEGISLATIF

Buleks Minta Pemkot Surabaya Tindak Tegas Provider Kabel Utilitas yang Melanggar

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengawasi dan ...
LEGISLATIF

634 Titik Panas Terdeteksi di Jatim, Eddy Paripurna Desak Kesiapsiagaan Karhutla Diperkuat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Eddy Paripurna, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Terima Kedatangan KPU, Koordinasi Hal SIPOL

TUBAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban terus memperkuat konsolidasi dan tata kelola kelembagaan ...
KRONIK

Amithya Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Komunitas Urban di Kota Malang

MALANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penerapan ekonomi hijau ...