Jumat
17 April 2026 | 8 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Fraksi Banteng Sumenep dan Bangkalan Kompak, Tolak Impor Beras!

pdip-jatim-zainal-arifin-sumenep-150321

MADURA – Rencana Menteri Perdagangan RI mengimpor beras dan garam mendapat penolakan dari Fraksi PDI Perjuangan se-Madura. 

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, mengungkapkan bahwa keputusan impor beras tidak selaras dengan aspirasi masyarakat. 

“Sekarang di Sumenep musim panen. Stok beras melimpah. Saya kira hasil panen sudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat Sumenep,” ujar Ji Zinal, sapaan akrab H. Zainal Arifin, Selasa (23/03/2021).

Lelaki yang menjabat bendahara DPC PDI Perjuangan Sumenep ini menambahkan, tanpa impor beras, para petani akan mandiri dan bahagia.

“Dengan hasil panen petani kita sendiri, Sumenep akan mandiri. Kita akan belajar untuk memenuhi kebutuhan beras kita dari para petani kita sendiri,” tegas Ji Zinal.

Penolakan impor beras dan garam juga disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, Suyitno. Menurut Suyitno, seharus pemerintah menghitung lebih detail hasil produksi garam. 

“Kami, Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Bangkalan menolak dengan tegas impor garam yang sangat berlebihan. Seharusnya pemerintah sebelum menetapkan impor garam harus dihitung dengan detail antara produksi garam kita dengan kebutuhan garam di Indonesia. Apalagi saat ini petani garam banyak mengeluh dengan harga garam,” jelas Suyitno. 

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Bangkalan itu memerinci resiko impor garam secara berlebihan. 

Pertama, turunnya harga garam secara drastis dari petani garam. Kedua, garam lokal banyak tidak terpakai karena stok lebih di pasaran.

“Ketiga, akhirnya akan menurunkan income masyarakat, khususnya  para petani garam,” urai Suyitno. 

Selain itu, tambah Suyitno, untuk persoalan beras sudah jelas. Hasil panen yang melimpah dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

“Dalam hal beras sudah sangat jelas. Produksi beras kita tahun ini cukup baik. Diperkirakan stok cukup sampai akhir tahun. Maka, impor beras tidak perlu dilakukan. Jelas, hal itu akan menurunkan harga gabah dari petani,” ujarnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

PWI Jatim Anugerahi Said Abdullah, Dinilai Sukses Kelola Kebijakan Fiskal

MH Said Abdullah menerima penghargaan dari PWI Jawa Timur pada puncak Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya, atas ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta OPD Surabaya Publikasikan Output dan Outcome Program ke Publik

Eri Cahyadi meminta OPD Surabaya mempublikasikan output dan outcome program untuk meningkatkan transparansi dan ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Terima Penghargaan KWP Awards 2026, Tekankan Peran Media Kawal Kinerja DPR

Puan Maharani menerima penghargaan KWP Awards 2026 dan menegaskan peran penting media dalam mengawal serta ...
LEGISLATIF

Sawah di Pakusari Terdampak Limbah, DPRD Minta Pemkab Jember Pahami UU Pengelolaan Sampah

Pemkab Jember diminta memahami UU Pengelolaan Sampah setelah limbah mencemari irigasi dan mengancam 10 hektare ...
LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...