Sabtu
12 September 2026 | 5 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Dewanti: PSBB Lebih Tepat di Kampung-kampung

pdip-jatim-dewanti-210520

KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu memberi perhatian lebih kepada sejumlah kasus dan kelompok berisiko setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) se-Malang Raya berakhir pada 30 Mei 2020. Saat ini, Kota Batu menyiapkan transisi new normal mulai 1-14 Juni 2020

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berpendapat, PSBB Malang Raya ini lebih tepat dilakukan di kampung-kampung. Termasuk di Kota Batu ada sebuah desa dengan 400 KK yang sekarang sedang dikarantina wilayah.

“Rapid tes yang dilakukan kepada 500-an warga di sana yang reaktif 57 orang dan konfirm 13 orang,” ungkap Dewanti, Selasa (2/6/2020).

Dewanti juga menyebutkan kelompok yang masih harus diperhatikan dengan lebih intens yakni pasar dan pedagang. “Yang paling punya risiko itu adalah para pedagang yang setiap hari pulang pergi keluar kota termasuk ke Surabaya,” ujarnya.

Pemkot Batu sudah memberikan izin kepada tempat wisata di Kota Batu untuk buka di tengah era transisi new normal atau kelaziman baru hidup di tengah pandemi Covid-19. Hanya, pada Senin (1/6/2020) Dewanti menyebut belum ada tempat wisata yang siap untuk kembali buka.

Meski sudah diperbolehkan untuk buka, tapi Pemkot Batu memberikan catatan agar pengelola destinasi wisata menyiapkan Standart Operasional Prosedure (SOP) atau protokol kesehatan sesuai dengan tempat wisata. Mulai dari menyiapkan alat pengukur suhu tubuh, hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan sebagainya.

“Kemudian bagaimana dengan kesiapan sumber daya manusianya. Karyawannya harus wajib menggunakan sarung tangan, pelindung wajah, dan sebagainya agar terlindungi, itu yang harus dipersiapkan,” ucap Dewanti.

Wali kota yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini menekankan, SOP kesehatan itu harus mengacu pada Perwali nomor 56 Tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Status Transisi Darurat ke Pemulihan.

Karena sedang mempersiapkan protokol kesehatan dengan matang, hingga saat ini masih belum ada tempat wisata yang siap untuk meski sudah diberi lampu hijau. “Tempat wisata sudah dibolehkan buka, tapi terus terang belum ada tempat yang siap,” imbuhnya.

Selain itu juga terkait dengan jumlah wisatawan yang masuk di tempat wisata lanjutnya, harus ada pembatasan. Pembatasan jumlah itu 50 persen dari total kapasitas masing-masing wahana wisata.

“Pengurangan ini juga dipikirkan dari luasan areanya, protokol kesehatan ini juga berkaitan dengan physical distancing,” jelas dia.

Dewanti tidak ingin jika tempat wisata buka bersamaan, dia berharap pembukaan akan dilakukan secara bertahap. “Untuk menghindari potensi titik keramaian, karena yang ditakutkan (wisatawan) sulit untuk dikendalikan,” tambahnya.

Dibukanya kembali tempat wisata itu, diharapkan bisa kembali memulihkan perekonomian di Kota Batu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...
KRONIK

Buka Raker PP Bamusi, Hasto Kristiyanto Ingatkan Pengurus Hadirkan Islam Revolusioner

CIANJUR — Islam, menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, tidak boleh berhenti sebagai agama ritual. Ia ...
KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...