Sabtu
12 September 2026 | 6 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bumikan Sejarah Perjuangan Surabaya dalam Menghadapi Pagebluk Corona

pdip-jatim-awi-sutar-240520

SURABAYA – “Numpak taksi nang Joyoboyo, terus ngalor molih nang deso. Dino iki hari jadi Suroboyo, mugo rakyate tetep joyo lan santoso”

Parikan atau kidungan khas Surabaya itu disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Adi Sutarwijono, pas di hari ulang tahun (HUT) Kota Surabaya ke-727 pada Minggu (31/5/2020) hari ini.

Artinya, “Naik taksi ke Joyoboyo (Terminal Joyoboyo), lalu ke utara pulang ke desa. Hari ini hari jadi Kota Surabaya, semoga rakyatnya tetap jaya dan sentosa.”

Di momen HUT ke-727 Kota Surabaya ini, PDI Perjuangan mendorong sejarah perjuangan Kota Pahlawan bisa dibumikan dalam kerja gotong-royong menghadapi pandemi Covid-19.

Menurut Adi Sutarwijono, Surabaya adalah dapur perjuangan bangsa, dapur nasionalisme. Pemimpin dan rakyatnya selalu total kalau berjuang.

“Tepat di momentum Hari Jadi Kota Surabaya 31 Mei, spirit perjuangan itu perlu terus digelorakan untuk menghadapi pandemi Covid-19,” kata Adi, Minggu (31/5/2020).

Politisi yang juga Ketua DPRD Surabaya ini mengatakan, usia 727 tahun adalah perjalanan penuh semangat perjuangan. Sejarah Surabaya diwarnai dengan berbagai peristiwa penting yang berkontribusi dalam perjuangan bangsa Indonesia.

Perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato, kini Hotel Majapahit, menjadi penanda keberanian Arek-Arek Suroboyo dalam melawan kolonialisme.

Dia juga mencontohkan bagaimana Brigadir Jenderal Mallaby, komandan pasukan Sekutu yang dikirim ke Indonesia, bisa ditumbangkan dalam peristiwa 30 Oktober 1945 di Surabaya.

Peristiwa inilah yang kemudian memicu pertempuran besar pada 10 November 1945, yang selanjutnya diperingati sebagai Hari Pahlawan.

“Heroisme rakyat Surabaya sudah tak diragukan lagi. Berkali-kali peluru menyerbu, berkali-kali pula rakyat Surabaya tak kenal gentar sedikit pun. Berulang kali tantangan datang, berulang kali pula rakyat Surabaya bisa melewatinya,” ujarnya.

Di Surabaya pula, sambung Adi, nasionalisme Indonesia digerakkan. Sebagai dapur nasionalisme, di kota inilah Presiden Soekarno dilahirkan pada 6 Juni 1901, saat fajar menyingsing dan abad berganti.

Di Kota Pahlawan pula, Bung Karno menghabiskan masa mudanya dengan belajar di tempat tokoh Islam yang sangat tersohor saat itu, Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto, di kawasan Peneleh.

Bung Karno terlibat dalam penggodokan pemikiran yang progresif bersama sejumlah tokoh bangsa lain yang juga “ngenger” ke kediaman HOS Tjokroaminoto yang merupakan pendiri Sarekat Islam.

“Di sanalah cikal-bakal pemikiran nasionalisme Bung Karno dibentuk. Di sanalah Bung Karno mulai menulis gagasannya tentang Indonesia Raya,” ujar Awi, sapaan akrabnya.

Dengan semangat perjuangan dan penuh nilai-nilai kepahlawanan, lanjut Awi, Surabaya tumbuh menjadi kota yang terus berkembang serta menjunjung tinggi toleransi.

“Sejak era Wali Kota Pak Bambang DH hingga Bu Risma, Surabaya terus bergeliat maju lewat kerja konkrit yang sudah dirasakan masyarakat. Dan kini, kita yakin Surabaya dan Indonesia bisa melewati pandemi Covid-19 dengan baik,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...
EKSEKUTIF

Wawali Mojokerto: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah Hak Dasar Setiap Pekerja

MOJOKERTO – Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi menegaskan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan ...
KRONIK

Buka Raker PP Bamusi, Hasto Kristiyanto Ingatkan Pengurus Hadirkan Islam Revolusioner

CIANJUR — Islam, menurut Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, tidak boleh berhenti sebagai agama ritual. Ia ...
KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...