Selasa
20 Oktober 2026 | 9 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Puti: Surabaya Bisa Jadi Pusat Kebudayaan

pdip-jatim-puti-dks1

SURABAYA – Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno ingin Surabaya sebagai ibukota Jawa Timur, ke depan bisa menjadi pusat kebudayaan.

Sebab, Surabaya dan kota-kota lainnya di Jatim,  budaya dan pariwisatanya berpotensi dikembangkan yang bisa dijual kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Saya melihat banyak sekali potensi di Jawa Timur ini, baik dari sisi budaya, kuliner, fashion, bahkan alamnya pun bisa dijual dalam bidang pariwisata,” kata Puti, saat di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Kamis (8/2/2018) malam.

Puti berharap, ekonomi kreatif ini bisa berkembang dengan potensi-potensi lainnya yang ada di Jatim.

Sebagai ibu kota provinsi, tambah Puti, di Surabaya selayaknya dibangun satu pusat kebudayaan, yang bisa menarik turis yang ingin melihat apa saja kebudayaan Jawa Timur. Selain itu, di dalamnya ada ruang diskusi bagi para seniman dan budayawan.

Dia juga menyebut Surabaya akan sebanding dengan Sydney Opera House, jika industri pariwisatanya sudah maju. Dengan demikian pemerintah provinsi bisa membangun gedung pusat kesenian Jawa Timur.

“Bahkan nanti, bisa kembali menghidupkan ludruk kemudian dikolaborasi dengan kesenian-kesenian yang lain dan juga kelompok kesenian dari mancanegara,” ujarnya.

Sementara itu, di Galeri DKS semalam dilaksanakan pameran lukisan dengan tema “Tetesan Darah untuk Negeri” karya Jupri Abdullah.

Saat datang ke lokasi pameran di komplek Balai Pemuda tersebut, Puti ditemani Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana; Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah, dan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari.

Tiba di Galeri DKS, mereka disambut Ketua DKS Krisman Hadi dan sang pelukis, Jupri Abdullah.

Puti lantas melihat-lihat lukisan di galeri tersebut, mulai dari lukisan Proklamator Indonesia, Soekarno yang merupakan kakeknya sendiri, lalu Presiden RI sekarang Joko Widodo, dan juga beberapa Presiden RI sebelumnya, seperti Megawati Soekarnoputri, dan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Saya senang melukis dan juga suka bikin sketsa, ini bisa menyeimbangkan jiwa kalau dari pagi sampai siang penuh dengan agenda yang melelahkan berpolitik. Dengan hadir di sini, saya merasa terhibur lah dengan melihat lukisan yang warna-warni,” ungkap Puti.

Puti terkejut ketika dirinya melihat lukisannya sendiri bersanding dengan tokoh-tokoh negara yang lain.

“Saya merasa terhormat dan senang bisa dilukis oleh Cak Pri (Jupri Abdullah) dan saya sangat mengapresiasi sekali,” ucapnya.

Puti melihat lukisan dirinya begitu mirip dengannya dan sorot mata pada lukisan tersebut tampak terisi sehingga seperti benar-benar hidup. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gandeng Kementerian Kehutanan, Sonny Edukasi Warga Cegah Kebakaran Hutan

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong keterlibatan masyarakat sekitar kawasan ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Kalianget Gelar Lomba Layangan Tenong, Hadiah Mobil dan Paket Umrah

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar lomba ...
LEGISLATIF

RAPBD Jember Rp 5,5 Triliun Belum Dibahas, Widarto Soroti Ketidaksiapan Pemkab

JEMBER – Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jember 2027 belum dimulai ...
KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...