TULUNGAGUNG – Bagi petani, persoalan sehari-hari tidak selalu berhenti di sawah. Ada kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi, kesejahteraan yang perlu diperjuangkan, hingga informasi tentang program bantuan dan perlindungan sosial yang belum tentu mereka pahami sepenuhnya.
Di tengah kehidupan itulah, Dimas Pratama memilih mendekat. Wakil Ketua Bidang Jaminan Sosial PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, itu menyambangi kelompok tani di Kecamatan Ngunut dan Kecamatan Sumbergempol melalui agenda Demang Sambang.
Bukan sekadar kunjungan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mendengar langsung cerita masyarakat. Dimas berdialog dengan para petani, menyerap aspirasi, sekaligus mencoba memahami persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Ada kebutuhan yang perlu disampaikan, ada harapan yang ingin diperjuangkan, dan ada persoalan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Semua itu menjadi bagian dari komunikasi langsung yang ingin dibangun melalui Demang Sambang.
Bagi Dimas, memahami persoalan masyarakat tidak cukup hanya dari laporan atau komunikasi formal. Ia perlu datang, bertemu warga, mendengar penjelasan mereka, dan melihat kebutuhan masyarakat dari sudut pandang orang yang mengalaminya sendiri.
“Melalui Demang Sambang, saya ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka, sekaligus membantu menyampaikan informasi mengenai program-program kesejahteraan sosial. Sebab, memahami persoalan masyarakat harus dimulai dengan kemauan untuk turun langsung dan mendengarkan,” kata Dimas, Rabu (14/10/2026).
***
Petani menjadi salah satu kelompok masyarakat yang mendapat perhatian dalam agenda tersebut. Peran mereka menjaga ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari persoalan kesejahteraan keluarga dan kebutuhan akan perlindungan sosial.
Karena itu, dialog dengan kelompok tani tidak hanya diarahkan untuk menampung aspirasi. Dimas juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menyosialisasikan berbagai program kesejahteraan sosial agar informasi yang tersedia dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Informasi menjadi penting karena keberadaan sebuah program belum tentu diikuti pemahaman yang memadai tentang cara mengaksesnya. Warga perlu mengetahui program yang tersedia, persyaratan yang harus dipenuhi, serta ketentuan yang berlaku.
Melalui sosialisasi itu, masyarakat diharapkan lebih memahami akses terhadap program kesejahteraan sosial sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Bagi Dimas, upaya mendekatkan program kepada masyarakat harus berjalan seiring dengan kesediaan mendengar persoalan mereka. Dengan begitu, komunikasi tidak berhenti pada penyampaian informasi satu arah, tetapi membuka ruang bagi warga untuk mengutarakan kebutuhan dan harapan.
***
Sebagai kader muda PDI Perjuangan dari desa, Dimas memandang pengabdian kepada masyarakat tidak cukup dilakukan melalui pertemuan formal. Kedekatan perlu dibangun melalui kehadiran nyata dan komunikasi yang berkelanjutan.
Demang Sambang menjadi salah satu cara untuk menjaga hubungan tersebut. Dari perjumpaan dengan kelompok tani di Ngunut dan Sumbergempol, aspirasi yang dihimpun diharapkan dapat menjadi bahan untuk memahami kebutuhan warga sekaligus mendorong perhatian dan tindak lanjut dari pihak terkait.
Tentu, mendengar aspirasi merupakan langkah awal. Persoalan yang disampaikan masyarakat tetap membutuhkan proses untuk ditelaah, dikoordinasikan, dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta program yang tersedia.
Namun, bagi warga, kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung merupakan bagian penting dari komunikasi dengan pihak yang ingin memperjuangkan kepentingan mereka.
Dimas berharap Demang Sambang tidak berhenti sebagai agenda kunjungan sesaat. Komunikasi dengan kelompok tani dan masyarakat perlu terus dijaga agar kebutuhan warga dapat dipahami secara lebih utuh.
Pada akhirnya, pengabdian tidak selalu harus dimulai dengan program besar. Ia bisa berawal dari langkah sederhana: mendatangi warga, menyediakan waktu untuk mendengar, lalu berusaha memastikan aspirasi mereka tidak berhenti sebagai cerita yang lewat begitu saja.
Di sanalah Demang Sambang menemukan maknanya bagi Dimas Pratama—menjadikan masyarakat bukan sekadar pihak yang menerima informasi, melainkan bagian penting dalam memahami persoalan dan merumuskan langkah untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama. (sin/arul/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











