SURABAYA – Memasuki usia ke-81 tahun, Provinsi Jawa Timur perlu memperkuat sektor produktif daerah sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang unggul dan berkelanjutan. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana menilai industri, pertanian, maritim, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus dikembangkan secara terintegrasi agar mampu memperkuat kemandirian dan daya saing ekonomi daerah.
Menurut perempuan yang akrab disapa Bunda Renny tersebut, tantangan pembangunan bukan sekadar meningkatkan aktivitas produksi dan perdagangan, melainkan memastikan setiap sektor unggulan saling menopang serta mampu menghadapi perubahan ekonomi.
“Kita memiliki potensi besar di berbagai sektor. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara optimal agar ekonomi Jawa Timur semakin tangguh, produktif, dan mampu menghadapi perubahan,” kata Renny, Senin (12/10/2026).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat perekonomian provinsi ini tumbuh 5,72 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2026. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp929,997 triliun atau sekitar Rp930 triliun.
Sementara itu, industri pengolahan menjadi sektor dengan kontribusi terbesar dalam struktur ekonomi Jawa Timur sepanjang 2025, yakni 31,32 persen. Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan pentingnya industri dalam menopang aktivitas ekonomi daerah.
Namun, menurut Renny, penguatan industri perlu berjalan beriringan dengan pengembangan sektor lain yang memasok bahan baku, mendukung distribusi, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat. Pertanian, maritim, dan UMKM harus menjadi bagian dari ekosistem produksi yang saling terhubung.
“Penguatan industri harus berjalan beriringan dengan pengembangan pertanian, maritim, dan UMKM. Kita perlu membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung, sehingga potensi daerah dapat diolah menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” jelas Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut.
Renny menekankan, pengembangan sektor produktif membutuhkan kesinambungan kebijakan. Ketersediaan bahan baku, infrastruktur yang memadai, serta akses bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing perlu menjadi bagian dari perencanaan pembangunan.
Keterhubungan antarsektor juga dinilai penting agar pertumbuhan industri dapat menciptakan peluang bagi petani, pelaku usaha maritim, dan UMKM. Dengan demikian, potensi ekonomi daerah tidak berkembang secara terpisah, tetapi saling memperkuat dalam rantai produksi dan distribusi.
Menurut politisi senior asal Kediri tersebut, pengelolaan potensi daerah secara konsisten dapat memperkokoh struktur ekonomi Jawa Timur sekaligus meningkatkan kemampuan daerah menghadapi tantangan pada masa mendatang.
“Pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan fondasi ekonomi yang kuat, kebijakan yang konsisten, dan kolaborasi antarsektor agar potensi yang kita miliki dapat berkembang secara optimal,” pungkasnya.
Pada momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Timur, Renny berharap penguatan sektor produktif menjadi bagian penting dari arah pembangunan daerah, sehingga keunggulan ekonomi Jawa Timur dapat dipertahankan sekaligus dikembangkan secara berkelanjutan. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS












