Rabu
14 Oktober 2026 | 1 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sambut Muktamar ke-35 NU, Baguna PDIP Jatim Buka Posko Pelayanan Gratis bagi Muktamirin

pdip jatim 260825 posko baguna 01

JOMBANG – Menyambut kedatangan ribuan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDI Perjuangan Jawa Timur membuka posko pelayanan gratis di sekitar kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Posko tersebut menjadi bentuk sederhana Baguna ikut menyambut gelaran Muktamar NU sekaligus memberikan pelayanan kepada para kiai, nyai, santri dan muktamirin yang datang dari berbagai daerah.

Beragam layanan disiapkan, mulai pemeriksaan kesehatan ringan, tempat beristirahat, makanan ringan, minuman hingga kopi. Seluruhnya dapat dimanfaatkan muktamirin secara gratis.

Baca juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, DPD PDIP Jatim Ziarah ke Makam Mbah Wahab, Mbah Hasyim dan Gus Dur

Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Rudi Afianto, mengatakan posko tersebut sengaja dibuat sederhana. Namun, semangat yang dibawa adalah pelayanan dan gotong royong.

“Posko kami tidak besar dan apa yang kami sediakan juga sederhana. Ini bagian dari upaya kami untuk ikut berbahagia menyambut Muktamar NU dan memberikan sedikit pelayanan kepada para kiai, nyai, santri, dan muktamirin yang datang ke Jombang,” kata Rudi, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, banyak muktamirin harus menempuh perjalanan panjang dari berbagai penjuru Indonesia. Karena itu, keberadaan posko diharapkan bisa menjadi tempat persinggahan sebelum mereka melanjutkan aktivitas Muktamar.

“Monggo mampir. Kalau lelah, bisa beristirahat sebentar. Kalau ingin memeriksa kondisi kesehatan, teman-teman Baguna siap membantu. Semuanya kami siapkan dengan semangat gotong royong dan memuliakan tamu,” ujarnya.

Selain memberikan pelayanan dasar, Baguna juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan edukasi sederhana mengenai kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.

Menurut Rudi, materi tersebut relevan karena para peserta Muktamar datang dari berbagai wilayah Indonesia yang memiliki karakter risiko bencana berbeda-beda.

Mulai gempa bumi, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, hingga bencana hidrometeorologi menjadi sejumlah ancaman yang perlu dikenali masyarakat.

“Kebetulan saudara-saudara kita yang hadir di Muktamar datang dari berbagai penjuru Indonesia. Kami ingin berbagi sedikit pengetahuan tentang mitigasi. Tidak perlu menunggu bencana datang untuk belajar kesiapsiagaan,” katanya.

Ia menilai pengetahuan sederhana seperti mengenali risiko di lingkungan, memahami jalur evakuasi, dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika keadaan darurat dapat membantu menyelamatkan diri sendiri maupun orang lain.

Bagi Baguna, edukasi tersebut merupakan bagian dari kerja kemanusiaan yang berjalan beriringan dengan penanganan bencana dan pelayanan masyarakat.

Semangat pelayanan tersebut juga menjadi bagian dari kerja kemanusiaan Baguna PDI Perjuangan di berbagai daerah.

Rudi menyebut PDI Perjuangan baru-baru ini memberangkatkan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati menuju Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa.

Kapal tersebut membawa tenaga kesehatan, obat-obatan dan berbagai kebutuhan pelayanan medis.

“Beberapa hari lalu PDI Perjuangan juga memberangkatkan Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati ke Flores untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa. Itu bagian dari semangat yang sama: ketika masyarakat membutuhkan, Baguna dan seluruh kekuatan gotong royong Partai berusaha hadir dan membantu sesuai kemampuan,” ujarnya.

Menurut Rudi, kerja kemanusiaan tidak selalu harus diwujudkan melalui kegiatan besar.

Ketika bencana terjadi, kerja kemanusiaan dapat berupa tenaga kesehatan, bantuan darurat dan evakuasi. Sementara dalam kegiatan masyarakat seperti Muktamar NU, semangat yang sama dapat diwujudkan melalui pelayanan kesehatan ringan, tempat beristirahat maupun kebutuhan sederhana lainnya.

“Baguna pada dasarnya ingin selalu dekat dengan kerja kemanusiaan. Tetapi khusus di Muktamar ini, kami datang untuk ikut berbahagia dan melayani. Posko kami sederhana, mudah-mudahan ada manfaatnya,” katanya.

Rudi berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU berlangsung lancar, teduh dan penuh persaudaraan serta menghasilkan keputusan terbaik bagi NU, umat, bangsa dan negara.

“Sugeng rawuh di Jawa Timur, sugeng rawuh di Jombang. Selamat bermuktamar. Monggo mampir ke posko kami. Semoga seluruh muktamirin selalu diberikan kesehatan dan Muktamar membawa keberkahan serta kemaslahatan untuk Indonesia,” pungkas Rudi.

Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pemkab Banyuwangi Gelar Operasi Katarak Gratis, Bantu 4.869 Warga

BANYUWANGI –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui kolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) ...
KRONIK

Apresiasi Dedikasi Guru Ngaji, Hj. Ansari PDIP Salurkan Bantuan untuk Nenek Suidah

PAMEKASAN – Ketulusan Nenek Suidah (100), guru ngaji sebatang kara asal Dusun Toronan, Desa Larangan Badung, ...
KRONIK

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Nur Hakim PDIP Distribusikan Air Bersih

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bangkalan, Nur Hakim, menyalurkan bantuan air bersih pada ...
KRONIK

Dugaan Pungli Lahan Perhutanan Sosial, DPRD Jember Minta Dinas Kehutanan Jatim Buka Data KHDPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, meminta Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur membuka ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Beri Catatan atas Alokasi Belanja di APBD 2027

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep memberikan sejumlah catatan terhadap rancangan APBD 2027, ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...