Kamis
15 Oktober 2026 | 11 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kirab Pusaka Hari Jadi Ngawi ke-668, Pemkab Perkenalkan Keris Kanjeng Kiai Parikesit

IMG-20260705-WA0010

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar kirab pusaka sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kirab kali ini menjadi momen diperkenalkannya pusaka baru bernama Kanjeng Kiai Parikesit yang akan menjadi salah satu piyandel ageng (pusaka utama) Kabupaten Ngawi.

Sebelum dikirab mengelilingi kawasan Pendapa Wedya Graha, kompleks perkantoran pemerintah daerah, dan Alun-alun Merdeka Ngawi, seluruh pusaka terlebih dahulu menjalani prosesi jamasan atau pencucian pusaka, Sabtu malam (4/7/2026)

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, jamasan pusaka merupakan tradisi rutin yang selalu dilaksanakan menjelang Hari Jadi Kabupaten Ngawi. Namun, pada peringatan ke-668 tahun ini terdapat hal istimewa dengan hadirnya pusaka baru yang menjadi simbol bagi kepemimpinan daerah.

“Tahun ini kami bersama Pak Wakil Bupati dan panitia ingin menambah piyandel ageng Kabupaten Ngawi sebagai tetenger atau peninggalan bagi setiap kepala daerah dari waktu ke waktu. Tahun ini kami memberi nama pusaka tersebut Kanjeng Kiai Parikesit,” ujar Bupati Ony.

Ia menjelaskan, nama Parikesit diambil dari tokoh pewayangan, putra Abimanyu sekaligus cucu Arjuna. Dalam bahasa Sanskerta, Parikesit bermakna sang pencari, yang dimaknai sebagai sosok inovator yang mampu menemukan solusi di tengah berbagai persoalan.

“Filosofi Parikesit adalah sang pencari atau inovator. Harapannya, di era sekarang yang membutuhkan kebersamaan, gotong royong, inovasi, dan strategi, Kabupaten Ngawi mampu terus melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurut Bupati Ony, Hari Jadi Kabupaten Ngawi ke-668 juga menjadi momentum memasuki fase pembangunan Semesta Berencana Jilid Dua.

Pada periode tersebut, pemerintah daerah menitikberatkan pembangunan menuju masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan berdaulat.

“Harapan kami, melalui strategi dan inovasi, masyarakat Kabupaten Ngawi memiliki etos kerja yang tinggi, daya saing yang kuat, sehingga mampu mandiri dan pada akhirnya berdaulat,” ujarnya.

Bupati Ony menambahkan, kirab pusaka tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga sarana edukasi kepada masyarakat mengenai sejarah dan warisan budaya Kabupaten Ngawi.

Ia mengungkapkan, sebelumnya kirab pusaka pernah dilaksanakan dengan membawa pusaka dari Pendapa Wedya Graha menuju kawasan Ngawi Purba.

Namun, pada tahun ini rute kirab dibuat lebih ringkas dengan mengelilingi kawasan pusat pemerintahan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran.

“Yang terpenting bagaimana masyarakat mengetahui bahwa Kabupaten Ngawi memiliki pusaka-pusaka bersejarah dan kini bertambah satu pusaka baru bernama Kanjeng Kiai Parikesit beserta filosofi yang dikandungnya,” pungkasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...