Kamis
15 Oktober 2026 | 11 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Ngawi Soroti Dampak Geopolitik dan Perubahan Pola Tani terhadap Harga Pangan

IMG-20260506-WA0006_copy_961x662

NGAWI – Kenaikan harga kebutuhan pokok yang dirasakan masyarakat belakangan ini tak lepas dari pengaruh kondisi global. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyebut faktor geopolitik turut mendorong kenaikan harga pangan, termasuk beras dan minyak goreng.

Hal itu disampaikan Bupati Ony saat memantau distribusi bantuan pangan di Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat rentan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng per penerima, Selasa (5/5/2026).

Menurut Bupati Ony, bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran pemerintah melalui intervensi sebagai bagian dari jaring pengaman sosial untuk menjaga stabilitas harga sekaligus daya beli masyarakat.

“Ini bagian dari intervensi pemerintah terkait inflasi dan dampak geopolitik global yang memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Tujuannya agar harga pangan tetap stabil,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati Ony menilai harga pangan di Kabupaten Ngawi cenderung relatif stabil. Namun, ia menyoroti perubahan budaya bertani yang turut berdampak pada ketersediaan bahan pangan di tingkat rumah tangga petani.

Ia menjelaskan, penggunaan teknologi modern seperti combine harvester telah mengubah pola panen. Jika sebelumnya petani membawa pulang gabah untuk kebutuhan sehari-hari, kini sebagian besar hasil panen langsung dijual dalam bentuk uang tunai.

“Sekarang panen sudah menggunakan teknologi. Dulu ada tradisi ‘ngasak’ yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar. Sekarang hampir jarang, karena semua langsung diborong,” katanya.

Perubahan tersebut, lanjut Bupati Ony, menyebabkan berkurangnya cadangan pangan di rumah tangga petani. Akibatnya, meskipun memiliki lahan, petani tetap harus membeli beras di pasar dengan harga mengikuti mekanisme pasar.

“Petani punya lahan, tapi tidak punya cadangan pangan di rumah. Ketika harus membeli, harganya sudah mengikuti pasar,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Ngawi menyiapkan sejumlah langkah, salah satunya melalui penguatan Rice Milling Unit (RMU) di tingkat kecamatan guna menjaga ketahanan pangan lokal.

Namun, Bupati Ony mengakui implementasi program tersebut masih membutuhkan proses agar dapat berjalan optimal.

“Kita patut bersyukur dengan adanya intervensi pemerintah melalui bantuan pangan. Harapannya bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini,” pungkasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Antrean BBM Meluas di Jember, Widarto Kritik Pertamina Tak Transparan

JEMBER – Antrean panjang di sejumlah SPBU Jember belum terjawab penyebabnya. Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, ...
LEGISLATIF

Keluhan Warga Barat Magetan Tertumpah di Pertemuan Reses Rita Haryati

MAGETAN – Sejumlah warga dari pelbagai desa di Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengeluhkan kondisi ...
LEGISLATIF

Beri Bantuan Air Bersih di Kaligede Ngawi, Kanang Temukan Pompa Sumur Terkendala Daya Listrik

NGAWI – Musim kemarau panjang memicu kekeringan parah di Kabupaten Ngawi. Berdasarkan data Badan Penanggulangan ...
EKSEKUTIF

Bupati Yani dan PMI Gresik Apresiasi Pendonor Darah yang Telah Donor 50 Kali

GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik memberikan ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Panggul Trenggalek Jaga Hutan dan Sumber Air

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Kecamatan Panggul, Kabupaten ...
KRONIK

Sasar Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Baru

BANYUWANGI – Pagelaran Gandrung Sewu 2026 yang memasuki tahun ke-14 ditargetkan menyasar panggung dunia. Agenda ...