Senin
24 Agustus 2026 | 11 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bupati Ngawi Soroti Dampak Geopolitik dan Perubahan Pola Tani terhadap Harga Pangan

IMG-20260506-WA0006_copy_961x662

NGAWI – Kenaikan harga kebutuhan pokok yang dirasakan masyarakat belakangan ini tak lepas dari pengaruh kondisi global. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyebut faktor geopolitik turut mendorong kenaikan harga pangan, termasuk beras dan minyak goreng.

Hal itu disampaikan Bupati Ony saat memantau distribusi bantuan pangan di Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat rentan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng per penerima, Selasa (5/5/2026).

Menurut Bupati Ony, bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran pemerintah melalui intervensi sebagai bagian dari jaring pengaman sosial untuk menjaga stabilitas harga sekaligus daya beli masyarakat.

“Ini bagian dari intervensi pemerintah terkait inflasi dan dampak geopolitik global yang memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Tujuannya agar harga pangan tetap stabil,” ujarnya.

Meski demikian, Bupati Ony menilai harga pangan di Kabupaten Ngawi cenderung relatif stabil. Namun, ia menyoroti perubahan budaya bertani yang turut berdampak pada ketersediaan bahan pangan di tingkat rumah tangga petani.

Ia menjelaskan, penggunaan teknologi modern seperti combine harvester telah mengubah pola panen. Jika sebelumnya petani membawa pulang gabah untuk kebutuhan sehari-hari, kini sebagian besar hasil panen langsung dijual dalam bentuk uang tunai.

“Sekarang panen sudah menggunakan teknologi. Dulu ada tradisi ‘ngasak’ yang bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar. Sekarang hampir jarang, karena semua langsung diborong,” katanya.

Perubahan tersebut, lanjut Bupati Ony, menyebabkan berkurangnya cadangan pangan di rumah tangga petani. Akibatnya, meskipun memiliki lahan, petani tetap harus membeli beras di pasar dengan harga mengikuti mekanisme pasar.

“Petani punya lahan, tapi tidak punya cadangan pangan di rumah. Ketika harus membeli, harganya sudah mengikuti pasar,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemkab Ngawi menyiapkan sejumlah langkah, salah satunya melalui penguatan Rice Milling Unit (RMU) di tingkat kecamatan guna menjaga ketahanan pangan lokal.

Namun, Bupati Ony mengakui implementasi program tersebut masih membutuhkan proses agar dapat berjalan optimal.

“Kita patut bersyukur dengan adanya intervensi pemerintah melalui bantuan pangan. Harapannya bisa memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi ekonomi saat ini,” pungkasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Cerita Risma Saat Baguna Selamatkan Anak Patah Tulang di Gempa NTT

SURABAYA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana, Tri Rismaharini, memimpin langsung aksi tanggap ...
KRONIK

Hasto Minta Pembakar Hutan di Kalimantan Diproses Tegas

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyoroti kebakaran hutan dan lahan ...
HEADLINE

Hasto Ungkap Lima Pesan Megawati untuk Kader PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkap lima pesan Ketua Umum PDI ...
HEADLINE

Tiga Desainer Jatim Raih Tiket Nasional Fatmawati Trophy 2026

SURABAYA – Tiga desainer Jawa Timur berhasil meraih tiket menuju babak nasional Fatmawati Trophy 2026 setelah ...
KRONIK

Fatmawati Trophy Angkat Kreativitas Desain Kebaya dan Kerudung di Jawa Timur

SURABAYA – Kompetisi desain kebaya dan kerudung Jawa Timur bertajuk Fatmawati Trophy Regional 8 digelar di Hotel ...
EKSEKUTIF

Kampung Tempo Dulu di Magersari, Cak Sandi Dorong UMKM dan Permainan Tradisional Hidup Lagi

MOJOKERTO – Suasana tempo dulu kembali hidup di Kampung Magersari Gang 1, Kota Mojokerto. Bukan sekadar nostalgia, ...