Rabu
14 Oktober 2026 | 8 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Produksi Padi Ngawi Naik, Masuk Tiga Besar di Jatim

IMG-20260404-WA0017_copy_614x403

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mendampingi Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam kegiatan panen perdana musim tanam pertama (MT1) di Desa Baderan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Sabtu (4/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Antok memaparkan capaian sektor pertanian di Kabupaten Ngawi yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Meningkat Saban Tahun
Ia menyebut, dari luas baku sawah sekitar 49.622 hektare, luas panen di Ngawi mengalami peningkatan. Pada 2023 tercatat seluas 124.923 hektare, kemudian 123.076 hektare pada 2024, dan meningkat menjadi sekitar 129 ribu hektare pada 2025.

“Peningkatan luas panen ini berimplikasi langsung terhadap produksi padi. Tahun 2024 produksi mencapai 765.704 ton, kemudian naik menjadi 772.571 ton pada 2025,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut setara dengan sekitar 446 ribu ton beras, sekaligus menempatkan Ngawi sebagai salah satu daerah dengan kontribusi produksi padi terbesar di Jawa Timur.

“Meski luas lahan tidak sebesar daerah lain seperti Lamongan, Bojonegoro, atau Banyuwangi, produksi Ngawi tetap mampu bersaing dan masuk tiga besar di Jawa Timur,” katanya.

Inovasi Pertanian Ramah Lingkungan
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu menjelaskan, peningkatan produksi tersebut didukung sejumlah inovasi di sektor pertanian. Salah satunya melalui penerapan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan.

Dari total lahan sawah yang ada, sekitar 35 ribu hektare telah menerapkan sistem tersebut. Selain menekan biaya produksi, metode ini juga mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia tanpa menurunkan produktivitas.

Selain itu, Pemkab Ngawi juga menjalin kolaborasi dengan PLN melalui program electricity for farming untuk mendukung ketersediaan air irigasi.

“Dengan dukungan tersebut, produktivitas dan luas panen dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Ia berharap berbagai inovasi yang telah dilakukan dapat terus dijalankan secara konsisten oleh para petani, sehingga Kabupaten Ngawi tetap menjadi salah satu daerah penopang ketahanan pangan nasional.

Panen perdana di Desa Baderan ini merupakan panen musim tanam pertama tahun 2026. Dirut Bulog Ahmad Rizal menyebut wilayah tersebut memiliki potensi produksi yang besar, bahkan sebelumnya mendapat perhatian nasional dalam program swasembada pangan.

“Desa ini potensinya luar biasa. Kita lihat hasil panennya juga sangat baik,” katanya.

Bulog juga menargetkan penyerapan gabah dan beras secara nasional mencapai 4 juta ton pada 2026, sesuai arahan Presiden.

Ia mengungkapkan, hingga awal April 2026, stok beras yang dikuasai Bulog telah melampaui target awal.

“Sampai 3 April 2026, stok beras di gudang Bulog sudah mencapai 4,4 juta ton. Ini capaian yang sangat membanggakan dan menjadi langkah menuju swasembada pangan 2026,” jelasnya. (amd/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Nur Hakim PDIP Distribusikan Air Bersih

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bangkalan, Nur Hakim, menyalurkan bantuan air bersih pada ...
KRONIK

Dugaan Pungli Lahan Perhutanan Sosial, DPRD Jember Minta Dinas Kehutanan Jatim Buka Data KHDPK

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Candra Ary Fianto, meminta Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur membuka ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Sumenep Beri Catatan atas Alokasi Belanja di APBD 2027

SUMENEP – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep memberikan sejumlah catatan terhadap rancangan APBD 2027, ...
LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...
SEMENTARA ITU...

Sanusi Dorong TMMD Berlanjut Tiap Tahun, Pemerataan Infrastruktur Desa Jadi Prioritas

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi mendorong program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus berlanjut setiap tahun ...
LEGISLATIF

Sri Untari Dukung Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis, Kompetensi Siswa Harus Terukur

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menyambut positif wacana penghapusan sistem kenaikan ...