Rabu
21 Oktober 2026 | 3 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Tegas Tolak Pilkada Tidak Langsung: Itu Pengkhianatan Terhadap Reformasi!

Hasto Kristiyanto -- 1812026
TEGAS MENOLAK - Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan PDIP resmi menolak wacana Pilkada tidak langsung karena dinilai mengkhianati semangat reformasi dan kedaulatan rakyat.
  • PDIP resmi menolak wacana Pilkada tidak langsung karena dinilai mengkhianati semangat reformasi dan kedaulatan rakyat.
  • Hasto Kristiyanto menekankan bahwa biaya politik tinggi bukan alasan mengubah sistem, melainkan manajemen partai yang harus diperbaiki.
  • Megawati menegaskan sikap ini bersifat ideologis untuk menjaga hubungan langsung pemimpin dengan rakyatnya pasca-Reformasi.

SURABAYA – PDI Perjuangan (PDIP) mengambil posisi konfrontatif terhadap wacana pengembalian sistem Pilkada tidak langsung melalui DPRD. Langkah ini disebut sebagai bentuk pengkhianatan nyata terhadap mandat Reformasi 1998 dan hak konstitusional warga negara.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa partainya tetap konsisten pada jalur kedaulatan rakyat.

“Sikap kami sangat jelas dan final. Rakyat tidak boleh kehilangan hak pilihnya hanya karena urusan teknis biaya,” tegas Hasto saat ditemui di Surabaya, Sabtu (17/1/2026).

Kemunduran Demokrasi
Penolakan ini, merupakan amanat resmi dari Rakernas PDIP di Ancol pekan lalu. PDIP menilai sistem tidak langsung hanya akan mengembalikan pola kekuasaan sentralistik ala Orde Baru yang menjauhkan pemimpin dari konstituennya.

Menurut Hasto, pemimpin yang lahir dari pilihan langsung rakyat memiliki legitimasi moral dan tanggung jawab yang jauh lebih kuat dibandingkan hasil kesepakatan di tingkat parlemen daerah.

Solusi Biaya Politik
Menjawab alasan biaya politik yang tinggi, Hasto menegaskan bahwa kuncinya ada pada integritas partai politik, bukan pada perubahan sistem pemilihan.

Ia mengeklaim PDIP menerapkan sistem gotong royong untuk membiayai saksi dan melarang keras praktik jual beli rekomendasi pencalonan.

“Jika ada oknum yang bermain dengan rekomendasi, sanksinya pecat. Kita harus memperbaiki tata kelola partai, bukan memangkas hak rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri,” imbuhnya.

Pesan Ideologis Megawati
Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dalam pidato penutupannya menekankan bahwa Pilkada langsung adalah capaian sejarah yang harus dijaga.

Baginya, menyerahkan kembali mandat rakyat ke DPRD adalah langkah mundur yang mengancam stabilitas demokrasi jangka panjang.

“Mekanisme ini lahir dari perjuangan panjang rakyat untuk merebut hak politiknya. Mengubahnya kembali ke DPRD sama saja dengan mengkhianati amanah konstitusi,” pungkas Megawati.

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Abidin Fikri Salurkan 99 Alat Bantu Disabilitas untuk Warga Bojonegoro dan Tuban

BOJONEGORO – Upaya penanganan masalah kesejahteraan sosial dan pemenuhan hak kelompok disabilitas terus diwujudkan ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Desak Gubernur Perkuat Mitigasi: Jangan Tunggu Air Habis dan Hutan Terbakar

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengevaluasi ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan di SD-SMP Negeri Surabaya Mulai November 2026

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi melarang seluruh SD dan SMP negeri di Kota Surabaya melakukan pungutan dalam ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Soroti Peredaran Minol, Baktiono Dorong Pengawasan Ketat

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya mendorong pengawasan lebih ketat terhadap peredaran minuman beralkohol (minol), ...
KRONIK

Sosialisasi Pencegahan Kerusakan Hutan di Banyuwangi, Sonny Soroti Keadilan Penegakan Hukum

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny Tri Danaparamita, menekankan pentingnya penegakan hukum kehutanan yang ...
LEGISLATIF

Widarto Ingatkan Pemkab Jember, Serapan APBD 2026 Jangan Korbankan Kualitas Proyek

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, meminta pemerintah kabupaten (pemkab) tidak sekadar mengejar serapan ...