Jumat
01 Mei 2026 | 4 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Cuaca Tak Menentu Picu Gagal Panen, Ony Setiawan Minta Pemprov Jatim Perkuat Mitigasi

PDIP-Jatim-Ony-Setiawan-08022023

SURABAYA – Cuaca ekstrem dan tak menentu mulai menimbulkan dampak serius bagi sektor pangan di Jawa Timur. Gagal panen atau puso mengancam petani, sementara nelayan pun tak bisa melaut akibat gelombang dan angin kencang.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, mengingatkan bahwa kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, perubahan iklim dan cuaca ekstrem berpotensi memicu kegagalan produksi di berbagai sektor.

“Cuaca yang tidak menentu ini jelas berdampak pada potensi kegagalan panen. Nelayan juga tidak bisa melaut,” kata Ony, Rabu (14/1/2026).

Legislator DPRD Jatim dari Dapil Bojonegoro-Tuban itu menilai, meski kerusakan ekologis di Jawa Timur belum separah Aceh, Sumatera Utara, atau Sumatera Barat, namun untuk kategori wilayah Pulau Jawa, kondisinya sudah mengkhawatirkan di sejumlah daerah.

Ony menyebut, Pemprov Jatim telah berinisiatif menyiapkan perda baru tentang pengelolaan kawasan hutan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang.

Di sektor pertanian, Ony menyoroti dampak siklon tropis yang memengaruhi curah hujan. Kondisi tersebut berimbas langsung pada waktu tanam dan hasil panen petani.

“Ini bukan hanya soal benih. Pupuk, tenaga kerja, dan waktu tanam ikut terganggu. Banyak petani akhirnya rugi,” tegasnya.

Tak hanya di wilayah selatan Jawa, dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di wilayah utara. Pergerakan angin barat melalui sisi utara Pulau Jawa hingga Selat Bali menyebabkan kawasan Pantura turut diterpa angin ribut.

Hal serupa juga terjadi di sektor perikanan dan peternakan. Cuaca ekstrem membuat nelayan terpaksa berhenti melaut, sementara hasil ternak ikut terdampak.

“Kalau pemerintah tidak mampu mengantisipasi dampak alam ini, rakyat Jawa Timur akan mengalami kesulitan ekonomi,” ujar dia.

Ony menegaskan, pemerintah harus memiliki sistem peringatan dini dan skenario bantuan yang jelas jika terjadi kegagalan produksi, baik bagi petani maupun nelayan.

Dia memastikan, jika terjadi puso atau gagal panen, penggantian benih akan tetap dilakukan. “Kalau ada puso, pasti ada penggantian benih. Kami komunikasi dengan Kementerian Pertanian. Petani jangan khawatir, bisa tanam kembali,” katanya.

Namun, Ony mengingatkan bahwa penyelesaian persoalan produksi tidak bisa parsial. Diperlukan langkah cepat, tepat, dan terkoordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

“Pemprov Jawa Timur harus punya program mitigasi bencana yang konkret,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Tuban tersebut.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur mencatat sekitar 3.000 hektare lahan pertanian di berbagai wilayah Jatim mengalami puso akibat cuaca ekstrem.

Meski demikian, kondisi tersebut dipastikan tidak mengganggu produksi padi tahun 2025 karena terjadi saat sebagian besar tanaman memasuki masa panen. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan: Isu Outsourcing, Ancaman PHK hingga Ojol Harus Dibaca Satu Kerangka Perlindungan Pekerja

Puan Maharani nilai isu outsourcing, PHK, hingga ojol harus dibaca dalam satu kerangka perlindungan pekerja di May ...
KABAR CABANG

May Day, PDIP Surabaya Rangkul Ojol Perempuan: Serap Aspirasi hingga Salurkan Bantuan

PDIP Surabaya rangkul 250 ojol perempuan saat May Day 2026, salurkan bantuan dan serap aspirasi pekerja informal. ...
EKSEKUTIF

Buruh dan Pemkab Lamongan Gelar Nobar Film Marsinah dan Orasi Kebangsaan

LAMONGAN – Dinas Tenaga Kerja Lamongan bersama sejumlah buruh menggelar kegiatan bersama dalam rangka peringatan ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Berhemat Anggaran Daerah, Siap Tiadakan Pokir dan Batasi Seremonial

MAGETAN – DPRD Magetan menegaskan komitmennya untuk memperkuat postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ...
ROMANTIKA

Orde Baru Mengganti Hari Buruh dengan Hari Pekerja

SEJARAH perayaan Hari Buruh (May Day) di Indonesia mengalami pasang surut seiring dengan dinamika politik dan ...
LEGISLATIF

Paripurna LKPj 2025, Hosnan PDIP Tekankan Pentingnya Pemerataan dan Peningkatan Layanan

SUMENEP – DPRD Kabupaten Sumenep menggelar rapat paripurna penyampaian laporan Panitia Khusus (Pansus) terhadap ...