Selasa
20 Oktober 2026 | 3 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

6 SDN di Ngawi Ini Muridnya Cuma 1

IMG-20250719-WA0027_copy_618x438

 NGAWI – Enam Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Ngawi mengalami krisis siswa pada tahun ajaran 2025/2026. Masing-masing sekolah tersebut hanya menerima satu siswa baru.

Adapun enam sekolah yang terdampak antara lain SDN 1 Dempel di Kecamatan Geneng, SDN Mojo 1 di Kecamatan Bringin, SDN Jenggrik 1 di Kedunggalar, serta SDN Karangbanyu 3, Sidolaju 5, dan Kayutrejo 2 di Kecamatan Widodaren.

Melihat kondisi itu, Komisi II DPRD Ngawi turun langsung melakukan inspeksi ke sekolah-sekolah yang terdampak. Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Sojo, menyebutkan bahwa sejumlah faktor turut memengaruhi minimnya jumlah siswa, mulai dari letak geografis hingga penerapan sistem zonasi.

“Lokasi SDN 1 Dempel berada di ujung utara desa dan berbatasan langsung dengan desa tetangga. Sebelumnya, banyak siswa berasal dari luar desa, namun karena aturan zonasi, mereka kini wajib bersekolah di wilayah asal,” ujar Pakde Sojo, Sabtu (19/7/2025).

Menurutnya, krisis siswa di SDN 1 Dempel bukan kali pertama terjadi. Saat ini, jumlah total siswa hanya 17 anak. Bahkan, kelas III dan V tidak memiliki siswa sama sekali. Sementara itu, lembaga PAUD dan TK berada di bagian selatan desa, membuat lulusan lebih memilih melanjutkan ke sekolah dasar yang lokasinya lebih dekat.

Pakde Sojo juga mengungkapkan, penurunan jumlah siswa tidak hanya disebabkan zonasi. Juga karena menurunnya jumlah lulusan PAUD/TK setiap tahun. Di sisi lain, jumlah lembaga pendidikan dasar terus bertambah, baik negeri maupun swasta, yang menciptakan persaingan antar sekolah dalam merekrut siswa.

“Di Desa Dempel saja ada lima lembaga SD. Ini menciptakan kompetisi yang cukup berat dalam menarik minat masyarakat,” jelasnya.

Legislator PDI Perjuangan dari Dapil Ngawi II itu meminta Dinas Pendidikan untuk terus berinovasi agar sekolah negeri tidak tertinggal dari sekolah swasta. Ia menegaskan, kualitas dan daya tarik sekolah harus ditingkatkan agar tidak kehilangan siswa.

“Kami mendorong Dinas Pendidikan Ngawi untuk menciptakan inovasi. Sekolah negeri tidak boleh kalah bersaing. Kalau tidak mau kalah, maka harus terus berinovasi,” pungkasnya. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Buleks Minta Pemkot Surabaya Tindak Tegas Provider Kabel Utilitas yang Melanggar

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengawasi dan ...
LEGISLATIF

634 Titik Panas Terdeteksi di Jatim, Eddy Paripurna Desak Kesiapsiagaan Karhutla Diperkuat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Eddy Paripurna, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) ...
KABAR CABANG

DPC Tuban Terima Kedatangan KPU, Koordinasi Hal SIPOL

TUBAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban terus memperkuat konsolidasi dan tata kelola kelembagaan ...
KRONIK

Amithya Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Komunitas Urban di Kota Malang

MALANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong penerapan ekonomi hijau ...
KRONIK

Gandeng Kementerian Kehutanan, Sonny Edukasi Warga Cegah Kebakaran Hutan

SITUBONDO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong keterlibatan masyarakat sekitar kawasan ...
KABAR CABANG

PAC PDI Perjuangan Kalianget Gelar Lomba Layangan Tenong, Hadiah Mobil dan Paket Umrah

SUMENEP – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar lomba ...