Selasa
13 Oktober 2026 | 12 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Eri Cahyadi Ingin Bangun Surabaya dari Kampung Dulu, Baru Kota

pdip-jatim-241101-ec-emak-emak

SURABAYA – Ratusan emak-emak hadir dalam Kegiatan Bersinerji Dadi Siji di Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kamis (31/10/2024).

Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi bersama sang istri Rini Indriyani, turut hadir pada kegiatan yang diselenggarakan di Perumahan Gunungsari Indah tersebut.

Pada kesempatan itu, Eri menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam pembangunan Kota Surabaya.

Berbagai prestasi yang diraih Kota Surabaya, unkapnya, seperti berhasil jadi kota pertama Indonesia yang Raih Predikat AA dari SAKIP, kota dengan predikat Terbaik 1 dalam hal pembangunan berkelanjutan, pelayanan publik nomer 1, kota layak anak internasional dan masih banyak lagi prestasi membanggakan lainnya.

“Saya mohon doanya, untuk kita bangun Surabaya, bangun Surabaya bukan soal wali kota. Tapi bareng-bareng, dengan mahabbah kita seduluran semua membangun Kota Surabaya,” kata Eri.

Politisi PDI Perjuangan itu juga bercerita tentang pengalamannya ketika menjadi Wali Kota Surabaya yang belum maksimal dan penuh tantangan karena pandemi Covid-19.

“Di Kota Surabaya saya tidak sampai 5 tahun menjadi wali kota. Karena Pilkada Serentak masa jabatan saya hanya 3,5 tahun. Tapi karena covid terjadi 2 tahun, saya dan Cak Ji efektif bekerja hanya 1,5 tahun,” ungkapnya.

Dia pun menyampaikan kerja keras Pemkot Surabaya saat ini ialah agar para generasi penerus mampu merasakan pemerintahan yang maju dan berkualitas.

“Bangun Surabaya itu bukan karena siapa yang terbaik, tapi apa yang bisa kita berikan untuk anak cucu kita,” tutur Eri.

Oleh karena itu dia pun menegaskan apabila ada kebutuhan kampungnya yang belum terealisasi, agar segera dilaporkan kepada Pemkot Surabaya.

“Saya maunya bangun Surabaya itu dari kampung dulu baru kota. Jadi kalau ada yang belum dikerjakan seperti paving dan lainnya yang dibutuhkan, RT/RW, LPMK segera masukkan ke berita acara. Saya inginnya 2025 atau maksimal 2026 tidak ada lagi kampung yang belum dipaving, kemudian tidak ada salurannya,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gelar Evaluasi Innovative Government Award, Bupati Lukman Bidik Kabupaten Terinovatif 2026

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berkomitmen memperkuat inovasi daerah untuk meningkatkan ...
SEMENTARA ITU...

32 Tim Pesantren Ikuti Liga Santri Bupati Cup 2026, Rijanto Dorong Persatuan

BLITAR – Sebanyak 32 tim futsal dari pondok pesantren se-Blitar Raya mengikuti Liga Santri Bupati Cup 2026. ...
KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...
EKSEKUTIF

Promosi dan Mutasi Pejabat Pemkab Blitar Bakal Berbasis Manajemen Talenta

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan promosi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...