Kamis
04 Juni 2026 | 6 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Saudi Siap Kawal TKI Korban PHK Massal

pdip-jatim-sharief-rachmat-dpln-saudi

pdip-jatim-sharief-rachmat-dpln-saudiJEDDAH – DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia segera menemui tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Saudi Binladin Group. Langkah itu dilakukan setelah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di grup perusahaan itu.

DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia Sharief Rachmat mengatakan, komunikasi langsung dengan para TKI dilakukan setelah pihaknya melaporkan persoalan ini ke DPP PDI Perjuangan.

“Kami perlu bertemu lebih dahulu dengan TKI Bin Ladin Group untuk berkomunikasi secara langsung. Selain itu, diperlukan pula berkoordinasi dengan pihak – pihak terkait lainnya,” kata Sharief Rachmat, Senin (18/4/2016).

Sebagaimana diketahui, dalam kondisi failed di Saudi Binladin Group, telah terjadi PHK massal yang di antaranya terdapat ribuan pekerja asal Indonesia. Kondisi itu membuat nasib TKI Saudi Binladin Group tidak jelas dan tidak menentu.

Sebelumnya, Roland Sitompul yang mewakili pengurus GP Ansor Saudi Arabia minta PDI Perjuangan bergabung dengan lintas ormas dan parpol untuk mendampingi dan mengawal nasib TKI Saudi Binladin Group.

Sebagai bentuk solidaritas dan demi hak serta keadilan TKI, DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia pun bergabung, dan mengikuti pertemuan lintas ormas dan parpol pada Sabtu (16/4/2016) dini hari.

Menurut Sharief, peran PDI Perjuangan sangat diperlukan, mengingat pengalaman PDI Perjuangan sejak 2009 hingga saat ini dalam mendampingi dan mengawal kasus – kasus TKI seperti kolong jembatan Kandara dan lainnya di Saudi Arabia.

“Selain itu, akses dan jaringan PDI Perjuangan sebagai partai pemerintah juga diharapkan,” terang Sharief.

Pertemuan yang bertemakan Aliansi TKI Peduli TKI Bin Ladin Group, juga menyepakati perlunya dilakukan penggalangan dana untuk membantu para TKI Bin Ladin Group korban PHK.

Pasca pertemuan dengan lintas parpol, DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia telah melaporkan kasus ini ke DPP Partai, dan anggota DPR dari PDIP seperti Andreas Pareira, Ahmad Basarah, Rieke Diah Pitaloka, Eva Kusuma Sundari, serta Trimedya Panjaitan.

“Kami juga sudah sampaikan kepada Pak Pramono Anung selaku Sekretaris Kabinet RI melalui pesan aplikasi whatsapp,” ungkap Sharief.

Pihaknya percaya, pemerintah tidak akan diam dalam kasus TKI Saudi Binladin Group. Sebab, imbuh Sharief, masalah TKI menjadi perhatian khusus dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

PSBI Matangkan Persiapan Liga 4 Jatim, Bidik Prestasi hingga Putaran Nasional

PSBI bersama Asosiasi PSSI dan KONI Kabupaten Blitar mulai mematangkan persiapan menghadapi Liga 4 Jawa Timur 2026. ...
LEGISLATIF

Konflik Galian C di Magetan, DPRD Hentikan Sementara Operasional Tambang demi Redam Gejolak Warga

MAGETAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan mengambil langkah taktis dengan menghentikan ...
EKSEKUTIF

Wabup Kediri Minta Masyarakat Ikut Kawal SPMB 2026, Laporkan Jika Ada Dugaan Pelanggaran

Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan SPMB 2026. Pemkab Kediri ...
LEGISLATIF

Anas Karno Ajak Aparatur Kelurahan dan Kecamatan Jaga Profesionalisme Pelayanan

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak aparatur kelurahan dan kecamatan menjaga profesionalisme ...
KABAR CABANG

Bulan Bung Karno 2026, DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama dan Ziarah Makam Tokoh Partai

NGANJUK – Menyambut bulan Juni yang diperingati sebagai Bulan Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI ...
LEGISLATIF

Widarto: Jika Diperlukan, Perlindungan BPJS bagi ABK Nelayan Bisa Dibiayai Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menilai perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi ABK nelayan penting karena tingginya ...