Jumat
19 Juni 2026 | 5 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ganjar Nilai Angka Pengangguran Terdidik Harus Segera Diselesaikan

pdip-jatim-230922-gp-1

SURABAYA – Bakal Calon Presiden (Capres) RI Ganjar Pranowo menilai angka pengangguran terdidik di Indonesia tercatat cukup mendominasi dan harus segera diselesaikan dengan konsep link and match.

“Problem pengangguran terdidik ini harus diselesaikan secara komprehensif. Hal yang paling utama adalah dengan memperbaiki kualitas pendidikan kita,” kata Ganjar dalam keterangannya yang diterima di Surabaya, Kamis.

Ganjar menjelaskan, sistem pendidikan di Indonesia harus diubah dan konsep link and match dengan perusahaan harus dilakukan agar 100 persen lulusan bisa mendapat pekerjaan.

“Yang butuh mereka itu perusahaan, maka kurikulumnya harus fleksibel. Link and match kurikulum dengan perusahaan mutlak dilakukan agar lulusan sekolah baik SMK, SMK sampai perguruan tinggi tidak menganggur,” ucapnya.

Contohnya di Australia, kata dia, kurikulum pendidikan di negeri kangguru tersebut mengikuti tren pekerjaan yang sedang ramai, dengan begitu kurikulumnya akan diarahkan ke sana juga.

“Jadi kurikulumnya mengikuti kebutuhan pekerjaan yang ada. Tidak saklek seperti saat ini,” katanya.

Menurut dia, saat menjabat sebagai Gubernur Jateng, telah berusaha melakukan hal tersebut dengan mendirikan tiga SMKN Jateng boarding school yang dikhususkan bagi siswa miskin.

Selanjutnya, politisi asal PDI Perjuangan tersebut juga menggandeng perusahaan agar ikut terlibat dalam penyusunan kurikulum dan metode pengajaran.

“Dan itu berhasil, 100 persen lulusan SMKN Jateng tidak ada yang menganggur. Mereka diterima bekerja di Jepang, Korea dan banyak negara serta perusahaan-perusahaan besar lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, pemerhati Pendidikan Surabaya Aisyah Nur Hayati mengatakan problem pengangguran terdidik di Indonesia memang harus diselesaikan dengan baik, meskipun dari sisi kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan SDM itu memang sudah tidak seimbang.

“Program link and match yang disampaikan Pak Ganjar itu bagus. Pada akhirnya kan tahu perusahaan butuh apa sebenarnya dan keterampilan itu harus diasah dulu, link and match bukan hanya untuk bekerja tapi juga untuk keterampilan,” kata Aisyah.

Aisyah menjelaskan, program link and match yang dicetuskan mantan Gubernur Jawa Tengah itu sangat relevan untuk masa depan Indonesia, namun, sekolah atau lembaga pendidikan harus memberikan fasilitas yang memadai untuk mencetak anak-anak yang siap bekerja atau berkarya.

“Karena ada pengalaman di salah satu SMK yang jurusannya akuntansi dan berbasis komputer itu malah tidak bisa program excel. Jadi kalau ada link and match, lembaga pendidikan juga harus siap memberikan fasilitas,” ujarnya. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

MILANGKORI

Rijanto: Tradisi dan UMKM Harus Berjalan Beriringan untuk Perkuat Ekonomi Warga

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto menegaskan pelestarian tradisi harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan ...
KRONIK

Kabar Duka: Dokter Relawan Itu Berpulang

SIDOARJO – Keluarga besar PDI Perjuangan diselimuti duka mendalam atas berpulangnya dokter Rismala Fitria Dewi pada ...
SEMENTARA ITU...

Saat Ribuan Warga Berkumpul di Pantai Serang, Merawat Tradisi dan Menjaga Harapan

Ribuan warga memadati Pantai Serang, Blitar, untuk mengikuti tradisi Larung Sesaji menyambut 1 Suro. Tradisi ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Minta Kecamatan dan Kelurahan Kawal Sensus Ekonomi 2026

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak kecamatan dan kelurahan mengawal Sensus Ekonomi 2026 agar ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Cari Solusi Agar PPPK Tak Terdampak Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi meminta Pemkab mengoptimalkan PAD untuk mengantisipasi dampak kebijakan ...
HEADLINE

Said Abdullah Tegaskan PDIP Jadi Partai Penyeimbang, Tekankan Sikap Objektif dan Proporsional

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Said Abdullah menegaskan bahwa posisi ...