oleh

50 Anak Muda Ikuti Pelatihan Media Siber PDIP Kabupaten Mojokerto

MOJOKERTO – Tak kurang dari 50 anak-anak muda Bumi Majapahit mengikuti Pelatihan Media Siber dan Jurnalistik, Minggu (17/9/2019). Pelatihan yang digagas DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto ini berlangsung di Wisma Kartini, Pacet.

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi media DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Senin (18/9/2017) menyebutkan, peserta pelatihan dari unsur umum dan juga dari internal Partai.

“Sekitar 35 peserta dari jalur umum, yaitu dari kalangan mahasiswa-mahasiswi, LSM, ormas, dan OKP. Sedang 15 peserta kita berikan kesempatan untuk kader Partai,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto, Hj Setia Puji Lestari, SE MSi.

Pelatihan ini, tambah dia, sesuai Peraturan Organisasi DPP PDI Perjuangan No. 05/ 2017 Pasal 50 ayat 1 dan 2. Yakni, setiap DPC PDIP wajib membentuk pasukan siber dan melaksanakan pelatihan jurnalistik.

Setia Puji Lestari menyebutkan, PDIP sangat terbuka dengan perkembangan zaman, tidak terkecuali dengan peradaban baru berupa kemudahan mengakses berbagai berita dari segala penjuru.

“Hari ini orang sudah “agak” malas membeli koran konvesional. Tinggal klik android di tangan, informasi sudah didapat,” ujarnya.

Legislator DPRD Kabupaten Mojokerto ini menyebut, pelaksanaan pelatihan telah berjalan lancar dan sukses. Dari sisi peserta, tambah dia, jumlahnya melampaui target, karena semula hanya dibatasi 40 orang.

Sementara itu, ketua pelaksana pelatihan sekaligus Ketua Pasukan Siber DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto H. Rif’an Hanum, SH mengatakan, pemateri pelatihan diambilkan dari bermacam profesi.

“Ada Mas Andung (Ketua PWI Mojokerto), Syaikhu Hadi (ahli progammer), Dian Sugeng Utomo (advokat), Ahmad Hidayat (tenaga ahli DPR RI) ada 4 pemateri yang tidak diragukan lagi kapasitasnya,” urai Rif’an.

Sedang Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto H Ismail Pribadi yang hadir dalam acara pembukaan berharap, agar pelatihan bisa menghasilkan kader-kader bangsa yang tidak mudah termakan isu-isu murahan yang bertujuan merusak tatanan berbangsa dan bernegara.

“Minimal kalaupun tidak berprofesi sebagai penulis berita atau mengelola perusahaan media, kita berharap peserta bisa menjadi pelopor dalam menangkal berita-berita hoax yang memang sengaja disebarkan kelompok orang yang di otaknya diracuni kebencian kepada pemerintahan Joko WIdodo,” ujar pria yang juga Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto ini. (goek)

rekening gotong royong