oleh

4 Tahun Pemerintahan Jokowi Banyak Kritik, Ini Penjelasan Pramono Anung

-Berita Terkini, Kronik-17 kali dibaca

BOGOR – Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan, pemerintahan Presiden Joko Widodo selama empat tahun ini telah berjalan dengan baik. Sejumlah survei menyebutkan bahwa 4 tahun kinerja Jokowi di pemerintahan memuaskan.

“Yang bisa merasakan pemerintahan ini berjalan baik atau tidak, itu kan rakyat. Ketika kepuasannya cukup tinggi, artinya pemerintahan ini sudah berjalan dengan baik,” kata Pramono Anung, kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, kemarin.

Dia menuturkan pemerintah mempersilakan orang-orang yang mengkritik kerja pemerintahan Jokowi. Menurut dia, banyaknya kritik di 4 tahun Jokowi ini sebagai sesuatu yang wajar.

“Ini kan sudah masuk masa kampanye, tentu kami menyadari berbagai hal pasti akan disampaikan. Tapi pemerintah sendiri sudah siap, apa saja yang ingin dikritik, disoroti oleh yang di luar pemerintahan,” ujarnya.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini menyebut, kritikan dari oposisi soal 4 tahun Jokowi bakal menjadi obat kuat bagi pemerintah. Terlebih Indonesia memberi ruang bagi siapapun untuk menyampaikan pendapat.

Pada bagian lain, Pramono Anung merespons pernyataan Prabowo yang mengatakan bahwa 99 persen masyarakat Indonesia berada pada ekonomi yang pas-pasan.

Pramono mengatakan, apabila data yang disampaikan itu benar, Prabowo sudah pasti bukan bagian dari 99 persen masyarakat ekonomi pas-pasan tersebut. Melainkan 1 persen masyarakat sisanya.

“Yang jelas, satu persennya pasti Pak Prabowo itu,” katanya.

Namun, lanjut Pramono, persoalannya adalah data yang disampaikan Prabowo keliru. Ia tak mengetahui dari mana Prabowo mendapatkan data 99 persen masyarakah Indonesia berada pada taraf ekonomi pas-pasan.

Sebab, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia mengalami titik terendah dalam hal persentase kemiskinan sejak 1999, yakni sebesar 9,82 persen pada Maret 2018.

Dengan persentase kemiskinan 9,82 persen, jumlah penduduk miskin atau yang pengeluaran per kapita tiap bulan di bawah garis kemiskinan, mencapai 25,95 juta orang.

Jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, yaitu September 2017, persentase kemiskinan tercatat sebesar 10,12 persen atau setara dengan 26,58 juta orang penduduk miskin di Indonesia.

“Artinya, kritik yang disampaikan Pak Prabowo itu, angka yang 99 persen itu dari mana, kita nggak tahu, ya. Yang jelas, sekarang ini kemiskinan itu menurun, sekarang sudah single digit 9,82 persen. Artinya apa? Pemerintah sudah bekerja on the right track,” jelas dia. (goek)