Kamis
03 April 2025 | 4 : 24

3 Bocah Trenggalek Terancam Dideportasi, Mas Ipin: Pemerintah Harus Hadir

pdip-jatim-220309-arifin

TRENGGALEK – Tiga anak-anak di Kabupaten Trenggalek terancam dideportasi karena telah melebihi izin tinggal. Pemkab Trenggalek menjamin agar ketiganya tetap bisa tinggal di Indonesia.

Ayahnya yang kini sudah meninggal berkewarganegaraan Taiwan. Sementara ibunya berasal dari Kabupaten Trenggalek.

Kini, ketiganya yang masih bersekolah menetap di Desa Timahan, Kecamatan Kampak. Ketiganya adalah anak hasil perkawinan silang.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, ketiga anak tersebut berasal dari keluarga rentan. “Jadi pemerintah harus hadir untuk persoalan ini,” ujar Arifin kepada media, di Trenggalek, Kamis (24/3/2022).

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini mengatakan, Pemkab Trenggalek telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk mencari solusi agar sang anak tetap bisa tinggal di Indonesia.

Pemkab, lanjut Mas Ipin, berjanji akan mengurus seluruh syarat agar mereka tak dideportasi. “Yang pertama, kami mengurus izin tinggal sementara bagi mereka,” beber bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini.

Setelah itu, lanjut dia, Pemkab akan menguruskan bagi mereka izin tinggal tetap. Baru setelah itu, Pemkab akan mengusulkan agar ketiganya menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Menurutnya, proses itu harus berlangsung berurutan. Setidaknya butuh waktu sekitar 5 tahun untuk mengurusnya.

“Itu yang akan kami urus, jadi dasar agar hukumnya legal, mereka sah tinggal di Indonesia,” jelas Mas Ipin.

Biaya yang dibutuhkan untuk seluruh proses itu lumayan besar. Hasil perhitungan Pemkab, perlu dana sekitar Rp 61 juta untuk mengurus seluruh izin tinggal dan pengusulan mereka menjadi WNI.

“Itu biaya selama 5 tahun yang perlu dikeluarkan. Dibayarnya bertahap,” paparnya.

Pihaknya akan menanggung pembiayaan tersebut agar ketiga anak itu tetap bisa tinggal di republik ini. Selain itu, Mas Ipin juga menjamin layanan pendidikan bagi ketiga anak tersebut.

Dengan segala kondisi kewarganegaraan ketiganya, imbuhnya, akses pendidikan untuk mereka tetap diberikan. (dav/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Libur Lebaran di Surabaya, Eri Cahyadi Instruksikan Direktur Tempat Wisata Lakukan Ini

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi menginstruksikan direktur tempat wisata, terutama Kebun Binatang Surabaya (KBS), ...
KLIPING MEDIA

Jubir PDI Perjuangan Sebut Kunjungan Didit Prabowo ke Rumah Megawati Tulus Tanpa Tendensi Politik

JAKARTA – Juru bicara (jubir) PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli menilai, kunjungan putra Presiden Prabowo ...
SEMENTARA ITU...

Open House Lebaran, Eri Cahyadi Ajak Warga Surabaya Saling Membantu dan Saling Menguatkan

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar open house pada Lebaran Hari Raya Idul Fitri, Senin ...
KRONIK

Gelar Open House, Bupati Fauzi Ajak Warga Sumenep Silaturahmi ke Kediamannya

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, merayakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah bersama istrinya, Nia ...
EKSEKUTIF

Wabup Lumajang Open House Lebaran di Rumah Dinas, Lanjut di  Kampung Halaman

LUMAJANG – Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menggelar open house pada perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah. Open ...
KRONIK

Ahmad Basarah: Silaturahmi Megawati dan Prabowo Tinggal Tunggu Waktu

JAKARTA – Ketua DPP sekaligus jubir PDI Perjuangan Ahmad Basarah angkat bicara soal rencana silaturahmi pertemuan ...