Jumat
28 Agustus 2026 | 9 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

2 Mantan Menteri jadi Timses Prabowo, Sekjen PDIP: Tidak Ada Masalah

pdip-jatim-hasto-tes-kesehatan-jokowi

JAKARTA – PDI Perjuangan tidak mempersoalkan ada dua mantan menteri di era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang bergabung menjadi tim suskses pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, hal itu tidak akan berdampak dalam persaingan kontestasi pemilihan presiden 2019.

“Itu kan bagian dari aspirasi orang per orang, ya boleh-boleh saja. Semua bergabung ke situ, tidak ada masalah. Karena kami bicara tentang gagasan ke depan bangsa dan negara,” ujar Hasto, kemarin.

Menurut Hasto, dukungan itu sama halnya dengan politisi partai non-koalisi yang akhirnya memilih untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Menurut dia, hal itu adalah sesuatu yang wajar, karena para politisi menjadikan keberhasilan dan kepemimpinan Jokowi sebagai alasan.

Sementara itu, terkait cuitan politisi Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Hasto kerap membajak kader partainya, Hasto menganggap hanya ‘celotehan’ biasa.

“Lebih baik menyerang saya, daripada Pak Jokowi. Saya tidak tanggapin hal tersebut,” kata Hasto.

Menurutnya, tuduhan Andi yang menganggap dirinya kerap membajak kader Demokrat salah kaprah. Dia menyebut sejumlah kader pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono yang bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf bukan lantaran hasil komunikasi pribadi.

Kader Demokrat seperti Muhamamad Zainul Madji alias TGB, Deddy Mizwar hingga Lukas Enembe bergabung, disebut Hasto, karena melihat hasil kepemimpinan Jokowi.

“Sebenarnya karena kepemimpinan Pak Jokowi yang menyatukan, yang merangkul, dan yang mereka meneriakkan lantang ke Pak Jokowi ini pun dirangkul. Ini kan menunjukkan bagaimana sebagai bangsa dalam sila persatuan Indonesia, kita ini bersaudara,” kata dia.

Menurut Hasto, kader Demokrat yang bergabung pun tidak turut mereka berpindah partai. Andi Arief yang juga Wakil Sekjen Partai Demokrat diminta introspeksi diri atas ucapannya yang kerap salah alamat.

“Kami tidak punya pengalaman membajak kader lain. Coba dilihat mana. Kemarin bergabung tidak ke PDIP, ini bergabung ke tim pemenangan Pak Jokowi. Ketika ada kader kami yang pindah, kami lebih melakukan introspeksi diri ke dalam,” tuturnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Data Desil Bermasalah, DPRD Bondowoso Soroti Ancaman Bantuan Warga Terputus

BONDOWOSO – Perubahan data desil warga di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berpotensi membuat penerima bantuan ...
KRONIK

Monev Komisi B DPRD Jember di PT MDR Buntu, Data Stok dan Harga Tembakau Masih Misteri

JEMBER – Monitoring dan evaluasi Komisi B DPRD Jember ke PT Mangli Djaya Raya (MDR), Jumat (28/8/2026), belum ...
LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...