oleh

10 Hari Semipro, Perputaran Uang Mencapai Rp 4 Miliar

pdip-jatim-pawai-budaya-semipro-2016PROBOLINGGO – Wali Kota Probolinggo Hj Rukmini mengatakan, pelaksanaan event Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) 2016 telah mampu menggerakkan perekonomian. Khususnya di sektor usaha kecil dan menengah.

Oleh karena itu, Pemkot Probolinggo akan terus menggelar Semipro di tahun-tahun mendatang.

“Semipro telah menggerakkan ekonomi rakyat Kota Probolinggo. Perputaran uang mencapai 4 miliar rupiah selama sepuluh hari saja,“ ungkap Rukmini, kemarin.

Semipro 2016 yang berlangsung selama sepuluh hari sejak 26 Agustus itu ditutup Rukmini, Minggu (4/9/2016) malam. Acara penutupan di Alun-alun Kota Probolinggo itu berlangsung meriah, lebih-lebih ketika tampilnya duet Saskia Gotik dengan Rukmini yang menyanyikan lagu Terajana ciptaan Rhoma Irama.

Menurut Rukmini, Semipro yang telah berlangsung sejak 8 tahun lalu itu akan tetap dilanjutkan sebagai kalender tahunan kegiatan Pemkot Probolinggo. Menurutnya, Semipro ini bukan saja menjadi ajang pemberdayaan ekonomi, tetapi juga menjadi ajang untuk mempromosikan potensi budaya dan wisata Kota Probolinggo.

“Kita telah kedatangan tamu para utusan negara sahabat untuk melihat langsung potensi wisata dan budaya di Kota Probolinggo. Ada kesenian, wisata mangrove, bangunan bersejarah dan lain sebagainya,“ terang wali kota yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu.

Pihaknya akan terus mempromosikan potensi Kota Probolinggo ke seantero dunia, agar Probolinggo menjadi tujuan wisata unggulan baik bagi wisatawan domestik  maupun internasional.

“Kota Probolinggo sudah menjadi tujuan wisata internasional. Kapal pesiar luar negeri sudah sering mampir di pelabuhan Probolinggo,“ ungkapnya.

Ekspektasi Rukmini ini tidaklah berlebihan, sebab, jelas dia, pada kenyataannya Pemkot Probolinggo terus berbenah diri untuk mewujudkan impian Kota Wisata, Kota Budaya dan Kota Perdagangan.

“Kita telah menerima berbagai penghargaan. Bukan untuk berbangga diri, tapi ini wujud kesungguhan kita untuk memakmurkan Probolinggo,“ ucap dia.

Sementara itu, Ketua Panitia Semipro 2016, Bambang Agus menjelaskan, event Semipro 2016 melibatkan berbagai komponen ekonomi rakyat, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Selama 10 hari pelaksanaan Semipro 2016, jelas Bambang, hunian hotel meningkat 20 persen, pendapatan restoran di Probolinggo juga meningkat signifikan.

Semipro 2016 juga melibatkan sekitar 425 PKL yang terdaftar, ditambah ratusan lainnya yang tidak terdaftar. “Omzet PKL ini mencapai sekitar Rp 566 juta per hari. Sedangkan transaksi stand pameran, ada sekitar 90 peserta dengan omzet mencapai 37 jutaan per hari,“ urainya. (guh)