oleh

Pemkot Surabaya Siap Fasilitasi Warga yang Ingin Berwirausaha

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya siap memfasilitasi masyarakat yang ingin wiraswasta dengan memberikan pelatihan hingga tempat usaha. Rencana tersebut menyusul banyaknya warga yang melamar jadi pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya.

Menurut Risma, jika menjadi pegawai, akan ada batasnya. Namun, di dunia wirausaha, sebut Risma, maka batasannya adalah langit.

“Bapak-ibu sekalian, silakan menjadi bos bagi dirinya sendiri. Kami akan memberikan pelatihan kuliner hingga kerajinan jika panjenengan semua tertarik,” kata Risma.

Hal itu dia sampaikan di depan 500 orang pencari kerja di Graha Sawunggaling, gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Kamis (15/12/2016).

Di acara tersebut, turut dihadirkan para pelaku UKM Surabaya yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda yang digagas Pemkot Surabaya. Mereka jadi motivator bagi pencari kerja untuk mau menggeluti dunia usaha.

Menurut Risma, pemkot telah melakukan berbagai upaya untuk penyerapan tenaga kerja. Mulai dari menggelar job market fair beberapa kali yang telah diikuti oleh ribuan pencari kerja, hingga pelatihan keterampilan melalui Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda.

“Nanti eranya kompetitif. Orang pinter-pinter akan masuk. Ayo bangkit dan kuasai ekonomi Surabaya dan Indonesia,” ajak wali kota dari PDI Perjuangan ini.

Dia mengungkapkan, jumlah perputaran uang di Kota Surabaya tiap harinya mencapai Rp. 23 triliun. Sedangkan APBD Kota 2017 hanya sekitar Rp 8,5 triliun.

Sesuai data yang ada, sejak 2014 hingga 2016 sebanyak 790 lamaran kerja telah masuk ke pemerintah kota. Dengan jumlah sebanyak itu, tidak mungkin jika semuanya bisa ditampung.

Untuk itu, Pemkot Surabaya mendorong warganya untuk berwirausaha, ketimbang menggantungkan peluang kerja di lingkungan pemerintahan.

Risma yakin, sektor usaha kecil menengah di Surabaya terus berkembang. Dia mencontohkan, warga di Kampung Lawas yang mampu mengikis pengangguran dengan menghidupkan berbagai usaha.

“There’s a will, there’s a way. Dimana ada kemauan, disitu ada jalan,” ujar mantan Kepala Bappeko Surabaya ini. (goek)