oleh

Whisnu Kunjungi Belasan Warga yang Baru Jalani Karantina Covid-19

SURABAYA – Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana mengunjungi belasan warga kampung Kedung Turi Surabaya, yang baru menjalani karantina di sebuah hotel kawasan Gubeng Surabaya, Minggu (31/5/2020).

Sekitar 15 warga RT/RW 04/08 Kedung Turi, Kelurahan Kedungdoro Kecamatan Tegalsari itu menjalani karantina lantaran dinyatakan reaktif saat mejalani rapid test yang dilakukan Pemkot Surabaya di Siola, Jumat pekan lalu.

Saat mengunjungi mereka, Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Disease 2019 (Covid-19) Kota Surabaya itu tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia sekaligus curahan perhatian. Dia pun ucapan selamat atas kepulangan mereka kembali ke rumah.

“Saya ingin mendengar langsung bagaimana kondisi mereka sekarang. Ini akan menjadi evaluasi bagi kami di Pemkot Surabaya dalam melakukan karantina,” kata Whisnu.

Pihaknya mengakui tidak menampik kemungkinan adanya kekurangan selama pelayanan isolasi. ”Karena selama ini laporan yang masuk ke saya cuma bagus-bagus saja. Saya ingin dengar sendiri dari mereka yang menjalani,” ujarnya.

Alumnus ITS Surabaya ini berpesan berpesan agar warga tetap menjaga diri dan kesehatannya walau pun sudah boleh pulang. Khususnya bagi mereka yang sedang dalam pemulihan sakit seperti, tifus dan demam berdarah.

Whisnu juga minta agar nantinya tetap ada pendampingan dokter dan gizi bagi warga yang sudah pulang dari karantina ini. “Jangan sampai hasil swab-nya negatif tapi nanti tifusnya tambah parah,” tambah Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Selain itu, sebutnya, Pemkot Surabaya terus berkoordinasi dengan Puskesmas. Fokusnya untuk memantau kondisi kesehatan warga yang sudah pulih.

Kehadirannya menyapa warga ini dikatakan Whisnu sekaligus sebagai ‘kado’ perayaan Hari Jadi ke-727 Kota Surabaya.

“Iya. Anggap saja ini perayaan di tengah pandemi. Kedepan kita harus bergotong-royong skala besar agar bisa selesai. Jangan lupa berdoa, pakai masker dan jaga jarak,” ucap putra mantan Sekjen PDI Perjuangan Soetjipto ini.

Sementara itu, Ketua RT Kedung Turi, Malik menyatakan puluhan warga tersebut sudah dipulangkan sejak Sabtu malam.

Malik mengatakan, dari 22 warga yang menjalani rapid test 15 di antaranya dinyatakan reaktif. Selama hampir seminggu warga tersebut akhirnya dinyatakan negatif.

“Tapi sayangnya pelayanan selama isolasi minim. Tidak ada perawat, tidak ada vitamin. Makan juga kurang. Untuk itu berhubung Pak Whisnu datang untuk mendengar kami sampaikan,” ungkap Malik.

Dia berharap agar proses isolasi yang masih berjalan di tempat lain tidak seperti yang dialami oleh warganya. ”Semoga dengan kehadiran Pak Wawali bisa ada perubahan,” harapnya. (goek)

rekening gotong royong