Whisnu: Fasilitas Kampung Harus Bisa Dimanfaatkan Maksimal

pdip-jatim-whisnu-di-kampung-grudoSURABAYA – Cawali-cawawali Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana bertekad membenahi fasilitas kampung jika terpilih kembali pada Pilkada, 9 Desember mendatang. Fasilitas-fasilitas kampung yang sudah ada, akan dibangun lebih representative agar bisa dimanfaatkan warga secara maksimal.

Saat cangkrukan bersama warga Kampung Grudo III, Kelurahan Dr Soetomo, Tegalsari, Cawawali Whisnu Sakti mengatakan, kondisi kampung–kampung di Kota Pahlawan semakin baik. Menurutnya, saluran air, pavingisasi, dan penerangan jalan umum (PJU) sudah tidak ada masalah.

“Program kita ke depan, bagaimana agar semua kegiatan di kampung bisa terfasilitasi,” kata Whisnu, Rabu (2/12/2015).

Menurut Whisnu, pihaknya akan mengupayakan Balai RT dan RW bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga kampung. Selama ini, balai RT dan RW yang ada di sejumlah kampung relatif sempit, karena keterbatasan lahan. Dampaknya, tidak bisa digunakan untuk kegiatan warga.

“Balai RT tidak representative, karena sempit hanya digunakan gudang kursi. Jadi, gak bisa dimanfaatkan untuk tempat pertemuan atau kegiatan lainnya,” terang alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.

Pria yang akrab disapa Mas WS ini mengungkapkan, dalam melakukan kegiatan kampung, seperti Posyandu, PAUD, dan kegiatan lansia, sebagian warga masih memanfaatkan rumah mereka.

Ke depan, Risma–Whisnu akan mengatasi keterbatasan sarana- prasarana kampung tersebut dengan mencarikan lahan yang representative untuk dibangun Balai Pertemuan atau memaksimalkan gedung yang ada dengan menambah kapasitasnya.

“Jika tidak ada lahan kosong, Balai RT maupun RW yang ada kita bangun bertingkat,” tegasnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya ini menambahkan, model balai pertemuan yang dibangun bertingkat sudah ada. Di antaranya di wilayah Gunung Anyar, Tandes dan beberapa wilayah lainnya.

Dia berharap, jika balai RT dan RW kapasitasnya memadai bisa mendorong warga untuk memanfaatkannya dengan berbagai kegiatan. “Apabila fasilitasnya memadai, kegiatan di kampung juga akan terpacu,” paparnya.

Pembenahan balai pertemuan RT dan RW di kampung-kampung, jelas dia, akan dilaksanakan secara simultan dengan program bedah rumah tak layak. Kebijakan ini sekaligus untuk menyukseskan program nasional membangun Sejuta Rumah Rakyat.

“Sambil kita menyukseskan program nasional dengan kegiatan bedah rumah, kita tambah fasilitas perkampungan,” tandasnya.

Pembenahan fasilitas di kampung–kampung, imbuh Whisnu, tidak akan mengubah karakter kampung dan warganya. Sebaliknya, menurut Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini, melalui peningkatan fasilitas yang ada, karakter kampung akan terjaga. (goek)