Whisnu Berharap Tak Ada Lagi ‘Dagelan’ Saat Penetapan Rasiyo-Lucy

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Bakal Cawawali Whisnu Sakti Buana saat ngobrol santi dengan wartawan Surabaya, Senin (21/9/2015).

SURABAYA – Bakal calon wali kota-calon wakil wali kota Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana berharap jago Partai Demokrat dan PAN, yakni Rasiyo-Lucy memenuhi syarat (MS) sebagai pasangan calon dalam Pilkada Surabaya 2015. Pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu tidak mau proses demokrasi lima tahunan itu kembali diwarnai ‘dagelan’ politik.

“Kita hanya bisa berdoa saja. Semoga MS (memenuhi syarat),” kata Whisnu Sakti Buana, Senin (21/9/2015), menyikapi rencana penetapan pasangan Rasiyo-Lucy oleh KPU Surabaya pada 24 September depan.

Baca: “KPU Surabaya Rusak Proses Demokrasi”

Seperti diketahui, dua kali pasangan calon Demokrat-PAN dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU Surabaya. Penyebabnya, saat penetapan pertama, bakal cawawali-nya ‘menghilang’ setelah minta izin ke toilet. Sedang pada penetapan kedua, beras persyaratan bakal cawawali dinyatakan tidak lengkap.

Baca juga: Jika Pilkada Ditunda, PDI Perjuangan Surabaya Tempuh Jalur Hukum

Meski pasangan Rasiyo-Lucy nantinya MS dan bisa berlaga di Pilkada 2015, lanjut Whisnu, pihaknya tidak khawatir dalam hal raihan suara dengan pasangan Rasiyo-Lucy. Meski optimistis bisa memenangkan Pilkada Surabaya, tambah Whisnu, pasangan Rasiyo-Lucy bukan lawan yang enteng.

“Kami tidak melihat sebagai ancaman, namun juga tidak meremehkan. Kami melihat sebagai partnership dalam membangun demokrasi. Apapun hasilnya, kita serahkan kepada Tuhan dan rakyat Surabaya,” ucap Whisnu.

Dia optimistis bisa mendulang dukungan masyarakat, melalui kerjasama yang baik dengan Tri Rismaharini, meski sempat diisukan tak sejalan dengan wali kota perempuan pertama di Surabaya itu. “Faktanya ndak begitu. Itu bagian strategi saja,” jelasnya.

Whisnu menegaskan, Risma merupakan kader PDI Perjuangan yang selama ini ditugaskan di lingkungan birokrasi. Sedang Whisnu kebagian menangani urusan politik.

Strategi tersebut, imbuhnya, terbukti sangat ampuh. “Hasilnya seperti yang Anda lihat sekarang, kami dan beliau harmonis. Saya sudah menganggap beliau seperti orang tua sendiri,” tuturnya.

Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini mengaku banyak belajar dari Risma dalam masalah pemerintahan. Menurutnya, masih banyak yang bisa dikembangkan untuk memajukan Kota Pahlawan. (goek)