Wajar, Jokowi Ingin Menteri Bebas dari Jabatan Parpol

Jokowi-Jusuf Kalla01JAKARTA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menilai wajar jika Joko Widodo sebagai presiden terpilih menginginkan menteri yang bebas dari jabatan di partai politik. Dengan begitu, kerja yang akan dilakukan para menteri nantinya akan lebih maksimal.

Menurut Tjahjo, Jokowi menginginkan kabinet bersih yang dapat bekerja selama 24 jam. Jokowi juga mengharuskan menteri mencurahkan tenaga dan pikiran untuk bangsa dan negara sebagai pembantu presiden.

“Pengurus partai yang ditawari seperti itu oleh Pak Jokowi, siap enggak? Manusia punya keterbatasan. Ya kalau rangkap ya dibicarakan,” Tjahjo di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (15/8/2014) pagi.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan siap menjelaskan soal menteri kepada parpol koalisi pengusungnya. Dia berharap menteri di kabinetnya mendatang tidak akan rangkap jabatan di partai, bisa diterima parpol koalisi.

“Nanti saya jelaskan biar yang lain pada setuju,” jelas Jokowi, saat di Kantor Transisi, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2014).

Pembicaraan langsung kepada para partai pengusung soal kabinet ini, kata Jokowi, agar terjalin komunikasi yang baik. Dia juga berharap apa yang diinginkannya, yakni menteri tak rangkap jabatan struktural parpol, sisa diterima.

“Kita akan sampaikan agar apa yang kita kerjakan ini disetujui biar semuanya enak,”‎ katanya.

Sampai saat ini, ungkap Jokowi, Tim Transisi tidak membahas soal siapa saja calon menteri. “Tidak berbicara menteri, apalagi orang-orangnya. Gak ada. Ya ini kan kelembagaannya masih digodok, terus apakah 20, 30, atau 34 kementerian kan belum rampung,” katanya.

Terpenting, lanjut Jokowi, saat ini adalah membahas program yang akan dijalankan. Pihaknya baru akan membahas soal menteri pada pertengahan September mendatang.

“Dari depan saya sampaikan saya tidak berbicara mengenai gemuk atau ramping, tapi organisasi ini harus bisa menjalankan program dan visi misi secepat-cepatnya,” tutur Jokowi.

Dia menegaskan, tidak akan bersikap transaksional dalam soal kabinetnya. Meski demikian, pihaknya menyilakan siapa saja yang ingin memberi masukan. (pri/*)