Wabup Marhaen Datang, Layanan e-KTP pun Lancar

NGANJUK – Ribuan masyarakat Nganjuk yang selama ini hanya memegang surat keterangan (Suket) KTP Elektronik (e-KTP) bisa bernafas lega. Hal ini setelah Dinas Pendukcapil Kabupaten Nganjuk mendapatkan material e-KTP dari Kemendagri sejumlah 10 ribu keping.

Namun demikian, antrean panjang memadati Kantor Dispendukcapil di Jl. Dermojoyo memaksa Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi ikut sibuk melayani warga masyarakat.

“Alhamdulillah kemarin yang mengurus e-KTP di Dispendukcapil luar biasa. Kapasitas kemarin terlayani 300 e-KTP. Hasil rapat hari ini semoga bisa terlayani 600 keping e-KTP,” ungkap Marhaen Djumadi, Kamis (16/1/2020).

Dirinya sempat menenangkan warga yang tidak sabar mengantre dan memberikan penjelasan bahwa pengurusan e KTP tidak dipungut biaya.

“Luar biasa antusiasnya warga salam mengurus e-KTP kemarin. Pengajuan e-KTP gratis dan saya minta jangan lewat calo,” ujarnya.

Hadirnya Wakil Bupati Nganjuk pun membuat masyarakat yang antre sejak pagi seperti mendapatkan harapan baru. Di antara mereka ada yang menyampaikan keluhan kepada Wabup Marhaen terkait pelayanan di Dinas Pendukcapil.

Wabup yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini pun mengajak mereka bersama-sama mengawal layanan dinas. Menurutnya, pelayanan prima untuk masyarakat Nganjuk ini sudah menjadi kewajiban kewajiban pemerintah, jadi bukan sesuatu yang luar biasa.

Dengan pelayanan yang cepat setelah kehadiran Wabup Marhaen Djumadi, warga pemohon e-KTP sangat puas. Seperti diungkapkan Ari Susanti, warga Desa Munung Kecamatan Jatikalen.

Dia mengaku punya adik empat dan semua mengajukan e-KTP. Menurut Ari, sebelum Wabup datang, petugas Dinas Pendukcapil hanya mencetak dua e-KTP.

“Alhamdulillah, setelah bapak Wabup datang keempat pengajuan e-KTP tercetak semua,” ujarnya.

Ungkapan senada disampaikan seorang warga bernama Bibit Isti Rahayu. Dia mengaku senang terhadap pelayanan Dinas Pendukcapil setelah kedatangan Wabup Marhaen Djumadi.

“Pak Wabup ikut melayani para warga yang mengurus e-KTP. Warga Nganjuk yang kemarin dapat e-KTP sangat senang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk, Zabanudin mengatakan, diterimanya 10 ribu keping material e-KTP untuk Kabupaten Nganjuk di luar perkiraan diawal tahun 2020 ini.

Karena biasanya setiap bulan Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk hanya menerima material e-KTP sebanyak 500 keping.

“Awalnya perkiraan kami hanya akan mendapatkan material e-KTP untuk bulan Januari 2020 sebanyak 2000 keping saja, eh ternyata mendapatkan 10 ribu keeping. Ya syukur alhamdulillah bisa mengurangi jumlah pemegang suket e-KTP sekitar 80 persen di Kabupaten Nganjuk,” ucap Zabanudin.

Dengan sudah adanya material e-KTP tersebut, pihaknya berharap warga pemegang Suket e-KTP untuk datang sendiri kantor layanan Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk untuk mendapatkan e-KTP asli.

Warga tidak perlu mempercayakan atau mengikuti tawaran seseorang untuk menguruskan e-KTP asli ke Kantor Dispendukcapil dengan imbalan uang. Sebab, tidak ada biaya sama sekali atau gratis untuk mendapatkan e-KTP, termasuk KK dan akta kelahiran.

“Makanya, kami imbau warga tidak perlu meminta seseorang menguruskan e-KTP atau dokumen kependudukan lainya di kantor Dispendukcapil. Bahkan, jika ada seseorang yang minta biaya menawarkan jasa menguruskan dokumen kependudukan bisa dilaporkan ke polisi karena masuk percaloan,” ujarnya.

Pihaknya mengharapkan warga yang menukarkan Suket EKTP tidak datang bersamaan dalam satu hari ke kantor layanan Dispendukcapil. Ini dikarenakan hingga kini jumlah pemegang Suket e-KTP di Nganjuk jumlahnya mencapai sekitar 12 ribu orang.

Disamping itu, menurut Zabanudin, dalam sehari kapasitas pelayanan e-KTP Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk saat ini mencapai maksimal 2.000 per hari. Dan itupun dipastikan pelayanan pencetakan EKTP hingga larut malam.

Diakui Zabanudin, pihaknya bertekad untuk terus mengurangi daftar antrian e-KTP di Dispendukcapil Kabupaten Nganjuk. Karena setiap bulan jumlah pencari EKTP dengan ketersediaan material EKTP masih tidak seimbang.

Untuk itu, pihaknya akan terus mengusulkan dan meminta tambahan material EKTP ke Kemendagri lebih banyak hingga seluruh daftar antrean e-KTP di Kabupaten Nganjuk teratasi semuanya. (endyk)