Ustadz Aris: Gagasan Pak Whisnu Patut Diteladani

pdip-jatim-ustadz-aris-yoyokSURABAYA – Tak melulu urusan dunia, kampanye blusukan Cawawali Whisnu Sakti Buana kerap disisipi tausiyah keagamaan. Pesan-pesan rohani di sela acara kampanye itu disampaikan penceramah muda yang cukup kondang di Surabaya, Ustadz Aris Yoyok.

Saat berkampanye, Whisnu tidak hanya menghabiskan waktunya bertemu masyarakat untuk penyampaian visi-misi, atau sekadar orasi politik. Cawawali yang berpasangan Cawali Tri Rismaharini itu juga berbagi waktu dengan Ustadz Aris, yang menyampaikan ceramah agama.

“Kami hanya ingin ada manfaat lain yang diperoleh warga dari acara pertemuan ini. Tidak sekadar memperoleh gambaran sosok pemimpinnya, dan apa yang akan dilakukan ke depan. Egois namanya kalau hanya mencari dukungan tanpa memberi sesuatu yang tak kalah pentingnya kepada masyarakat,” jelas Whisnu, Sabtu (5/12/2015).

Oleh karena itu, di beberapa kesempatan bertemu masyarakat, putra mantan Sekjen PDI Perjuangan Ir Soetjipto itu datang bersama Ustadz Aris Yoyok. Menurut Whisnu, penceramah muda itu bisa menghidupkan suasana pertemuan, karena selain rupawan, juga lihai menyelipkan gurauan-gurauan segar di sela ceramah agamanya.

Dengan selingan mendengarkan tausiyah dari ulama, tambah Whisnu, akan semakin menambah wawasan dan ketakwaan kepada sang Khalik. “Juga sebagai bekal menuju ke masa depan yang lebih cemerlang. Masa depan yang lebih baik bagi semua warga Kota Pahlawan,” tuturnya.

Sementara, Ustadz Aris Yoyok mengapresiasi langkah calon petahana itu, yang sering minta dirinya ikut mengisi acara kampanye bertemu warga. Ustadz muda multi talenta yang piawai bernyanyi serta membawakan kidungan khas Jawa di sela ceramahnya itu menyebut upaya Whisnu sebagai langkah mulia.

“Saya rasa ini adalah ide dan gagasan yang sangat bagus. Pak Whisnu tidak hanya mementingkan kampanye-nya, tetapi masih memikirkan sesuatu yang tak kalah manfaatnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ustadz Aris, seharusnya langkah Whisnu ini juga perlu dilakukan para calon pemimpin.

“Ini ide baru yang menarik. Belum ada kandidat yang melakukan ini. Saya bisa membayangkan setiap agenda kampanye selalu membawa penceramah sendiri, insya Allah bisa menyejukkan suasana,” pungkas Ustadz Aris Yoyok. (goek)