Tunggu Rekom Turun, Awi Minta Kandidat dan Kader Terus Turun ke Masyarakat

SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono minta seluruh kandidat calon kepala daerah dan kader Partai tak perlu terlalu memikirkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan terkait pasangan calon kepala daerah dalam Pilkada Surabaya 2020.

Sembari menunggu kepastian rekom turun, Adi Sutarwijono mengajak semuanya terus bekerja menggalang dukungan dari akar rumput.

Menurutnya, dia sudah turun menyambangi beberapa wilayah, menampung aspirasi warga. Terutama konstituen PDIP.

Dari hasil perbincangan, tidak sedikit kader yang menunggu rekomendasi dari DPP, siapa calon walikota dan wakil walikota yang diusung. “Semuanya berharap rekomendasi segera turun,” kata Adi, kemarin.

Politisi yang akrab disapa Awi itu mengakui, sosok yang terpilih sangat ditunggu. Ketika sudah ada figur, kader semakin mudah mencari dukungan dan tinggal sosialisasi ke warga karena calon sudah ada.

Awi meminta kader bersabar. Pasalnya saat ini DPP PDI Perjuangan tentu masih menelaah untuk menentukan calon yang tepat.

Lamanya penentuan itu, sebutnya, disebabkan PDIP tak hanya menargetkan kemenangan. “Namun melanjutkan pembangunan yang sudah dirintis walikota sebelumnya,” jelas Awi.

Sejumlah langkah pemenangan telah disusun. Partai meminta seluruh kader turun membantu warga yang saat ini membutuhkan uluran tangan untuk penanganan Corona.

Bagi anggota Partai yang duduk di kursi legislatif, diminta memasang kuping dan telinga untuk menampung seluruh keluhan warga. Setelah itu masukan warga disampaikan ke pemkot agar ada solusi yang cepat.

Dia menegaskan, tidak hanya kader yang wajib turun ke masyarakat, tapi kandidat pun harus blusukan untuk mencari dan menambah dukungan. “Rekom nanti pasti turun. Saat ini bekerja dulu,” ujarnya.

Dengan turun ke warga, calon bakal mendapatkan keuntungan. Seperti namanya bakal lebih dikenal.

Pasalnya, lanjut Awi, salah satu pertimbangan partai memilih kandidat yaitu sang calon harus memiliki akar. “Akar yang kuat yaitu dukungan yang masif dari warga,” terang pria yang juga Ketua DPRD Kota Surabaya ini.

Faktor kepemimpinan atau leadership serta kecapakapan, imbuh Awi, juga menjadi perhatian. Warga Surabaya melihat itu dari sosok wali kota, mulai Bambang DH hingga Tri Rismaharini. (goek)