Topik Pembicaraan Mega-Risma Kali ini Seputar Bunga

pdip-jatim-mega-risma-di-taman-harmoniSURABAYA — Keakraban antara Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dngan Wali Kota Tri Rismaharini berlanjut. Perbincangan gayeng yang sehari sebelumnya soal kodok, kali ini seputar taman bunga.

Adalah Taman Harmoni, di kawasan Keputih, Sukolilo, yang dikunjungi Megawati sebelum meninggalkan Kota Pahlawan, Minggu (1/5/2016).  Risma yang di periode pertama jabatannya dijuluki sebagai ‘Wagiman’ (wali kota gila taman) ini, sekitar pukul 10.00 WIB mengajak Megawati mengelilingi taman yang dulunya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah tersebut.

Risma sengaja mengajak ketua parpol pemenang Pemilu 2014 ke Taman Harmoni, karena Mega memang suka dengan tanaman. Apalagi, selain sebagai ketua parpol, Megawati juga menjabat Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia.

Risma tiada henti memaparkan tentang Taman Harmoni yang luasnya 60 hektar. Mega pun mengapresiasi banyaknya taman yang dibangun Pemkot Surabaya. (Baca: Bincang Gayeng Megawati-Risma, Soal Kodok)

Menurut Megawati, taman menjadi hiburan bagi masyarakat. Dengan taman, masyarakat tak perlu mencari hiburan ke tempat yang jauh dan mahal.

“Yang paling penting masyarakat butuh tempat untuk rekreasi. Sebuah taman itu sebenarnya tempat rekreasi yang paling murah meriah. Rekreasi bukan harus selalu mewah,” ucap Mega sambil tersenyum.

Risma pun menceritakan bagaimana setiap hari sekurang-kurangnya 50 pohon ditanam di Kota Surabaya. Penghijauan ini sebagai aksi nyata memberikan kehidupan alami Kota Surabaya yang semakin cantik dari hari ke hari.

“Mbak Risma, saya kan Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia, beberapa tanaman penghias nanti saya kasihkan dari berbagai koleksi yang kami punya,” ujar Megawati penuh semangat.

Setelah menikmati Taman Harmoni yang begitu besar areanya, Megawati pun mengusulkan kepada Risma agar membuat tempat khusus untuk jenis-jenis kamboja dari seluruh Indonesia, termasuk Kamboja Bunga 10 yang disebut jepundasa. ‎Jepundasa berasal dari Bali, yang kelopaknya ada 10.

Putri Bung Karno itu secara khusus minta kepada Risma untuk menularkan keberhasilannya kepada Bupati Samosir yang juga dipimpin kader PDI-P guna memperindah wajah Danau Toba.

Pada kesempatan itu, Megawati juga mengusulkan kepada Risma untuk menanam bunga pacar sebagai boarder taman yang bertebaran sepanjang jalan.

“Ibu Megawati berjanji untuk memberikan tanaman Sokaraja Besar dengan bunganya yang berwarna kuning. Namanya saja Sokaraja, jadi rajanya Soka,” ungkap Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang ikut mendampingi Megawati.

“Politik dalam watak sebenarnya memang berbicara tentang pangan untuk rakyat, perumahan yang layak, harga kebutuhan pokok yang terjangkau, termasuk urusan taman untuk rakyat,” imbuh Hasto.

Kunjungan Mega di Taman Harmoni juga diikuti Wagub DKI Djarot Syaiful Hidayat, dan Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo. Tampak juga Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana, serta Ketua dan Sekretaris DPD PDIP Jatim, Kusnadi dan Sri Untari. (goek)