TKN: Survei Internal BPN untuk Hibur Prabowo

NTT – Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo – Ma’ruf Amin (TKN Jokowi – Ma’ruf) Hasto Kristiyanto menyebut hasil survei internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang dirilis baru-baru ini sebagai bahan hiburan kubu sebelah.

Pasalnya, survei itu menempatkan Prabowo – Sandi menang dengan selisih jauh melawan petahana.

Hasto menyinggung, survei yang dirilis kubu oposisi mungkin saja untuk meredam emosi Prabowo belakangan ini.

Sebab, belum ada sepekan, kata dia, Prabowo tampak emosional di depan publik. Bahkan saat berorasi di Sleman, Yogyakarta, hingga menggebrak podium pada kampanye terbuka.

“Ya di tengah tampilan Pak Prabowo yang sangat emosional, hiburan survei lebih tinggi itu penting. Itu mungkin maksud dari Gerindra,” kata Hasto menjawab pertanyaan wartawan di sela kampanyenya di Labuan Bajo, NTT, Rabu (10/4/2019).

Menurut Hasto, pihaknya tetap berpegang pada potret elektabilitas yang dikeluarkan sejumlah lembaga dan dari internal TKN bahwa jagoan mereka masih unggul lebih dari dua digit.

Sebelumnya, BPN untuk kali pertama merilis hasil survei internal elektabilitas dua pasangan capres dan cawapres yang bersaing di Pilpres 2019.

Hasil survei internal tersebut, Prabowo – Sandi mendapatkan elektabilitas 62 persen, sedangkan Jokowi – Ma’ruf 38 persen.

Sementara itu, hasil laporan survei panel pemilihan presiden 2019 yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 1-4 April 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi – Ma’ruf Amin, sebesar 57,3 persen.

Sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga 32,5 persen dan undecided voters sebanyak 10,2 persen.

“Elektabilitas Jokowi jika panel dibobot populasi lebih tinggi, Prabowo lebih rendah, undecided tidak banyak berbeda,” demikian laporan survei panel SMRC kepada media, Senin kemarin.

Jika ditambahkan dengan prediksi pilihan swing dan undecided voters, maka elektabilitas pasangan nomor 01, Jokowi – Ma’ruf menjadi 60 persen. Sedangkan pasangan nomor 02, Prabowo-Sandi menjadi 40 persen.

Adapun elektabilitas Jokowi – Ma’ruf jika panel asli tidak dibobot populasi sebesar 55 persen, Prabowo-Sandi 34,3 persen, dan undecided voters sebesar 10,6 persen.

Angka elektabilitas tersebut meningkat setelah swing dan undecided voters diprediksi pilihannya, yaitu Jokowi – Ma’ruf 58,1 persen, Prabowo -Sandi menjadi 41,9 persen.

SMRC melakukan survei panel terhadap 1.240 responden melalui telepon. Angka tersebut merupakan responden yang berhasil diwawancarai dari 2.919 responden yang punya telepon.

Responden merupakan bagian dari sampel pada survei nasional SMRC pada Januari-Februari 2019 yang sebelumnya sudah diwawancara dengan tatap muka. (goek)