Tim Risma-Whisnu Gelar Pengobatan Gratis di 96 Kawasan

pdip-jatim-whisnu-baksos-kesehatanSURABAYA – Menjelang coblosan Pilwali, Tim Pemenangan Risma-Whisnu menggelar bakti sosial (baksos) pengobatan gratis di beberapa kawasan Kota Surabaya. Cawawali Whisnu Sakti Buana, saat mengunjungi baksos di Karah, Jambangan, Sabtu (5/12/2015) mengungkapkan, pengobatan gratis kepada masyarakat ini sudah berjalan 2 minggu.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 5 tim diterjunkan di 5 daerah pemilihan (Dapil). “Hari ini, kita laksanakan serentak di lima dapil,” kata Whisnu.

Pengobatan gratis Tim Risma-Whisnu sudah digelar di 96 kelurahan se-Surabaya. Selain di Karah, pelayanan kesehatan gratis kemarin dilaksanakan di delapan kawasan. Di setiap titik, ratusan warga memanfaatkan pemeriksaan dan pengobatan gratis ini.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini mengungkapkan, selain melakukan kegiatan sosial, pihaknya juga mensosialisasikan ke masyarakat tentang pelayanan kesehatan yang menggunakan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

Pasalnya, banyak warga yang belum mengetahui tentang pelayanan kesehatan tersebut. “Ternyata banyak masyarakat yang belum tau tentang pelayanana kesehatan gratis,” ungkap dia.

Menurut Whisnu, selama ini kader-kader PDIP Surabaya mempunyai tim khusus yang menangani masalah kesehatan masyarakat. Mereka siap memberikan pelayanan selama 24 jam on call.

“Setiap saat tim ini siap membantu pelayanan kesehatan masyarakat,” papar alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.

Mantan Wakil Ketua DPRD Surabaya yang akrab disapa Mas WS ini menyebutkan, selain menyediakan ambulans, pihaknya juga mendampingi warga tak mampu ketika berobat ke rumah sakit. Pasalnya, pemkot Surabaya memberikan fasilitas kesehatan gratis bagi warga tak mampu.

“Warga tak mampu kita bantu agar mendapatkan pelayanan gratis,” terangnya.

Jika warga tak mempunyai kartu BPJS, tambah Whisnu, kader-kader PDIP akan membantu pengurusannya. “Jika tak tercover BPJS, bisa kita uruskan gratis,” ujar Whisnu, yang mengungkapkan, bahwa pelayanan kesehatan on call ini sudah berlangsung selama 5 tahun.

Selama menjabat wakil wali kota mendampingi Wali Kota Tri Rismaharini periode sebelumnya, pihaknya telah mengalokasikan anggaran pelayanan kesehatan masyarakat sekitar Rp 400 miliar.

Di tahun anggaran 2016, sebelum masa jabatannya berakhir, anggaran pelayanan kesehatan diproyeksikan mencapai Rp 600 miliar. “Anggaran tersebut bertambah, karena inflasi harga obat naik dan juga jumlah penduduk yang bertambah,” urai Whisnu.

Dia menegaskan, seluruh warga miskin yang tak tercover BPJS akan ditanggung pemerintah kota melalui APBD. “Ibaratnya, ini asuransi untuk rakyat Surabaya,” pungkasnya. (goek)