Tiga Pilar PDI Perjuangan se-Jatim Siap Menangkan Pilkada 2018

JAKARTA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, mengatakan seluruh elemen partai siap dan solid untuk memenangkan 17 pilkada 2018 di Jawa Timur. Termasuk memenangkan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Abdullah Azwar Anas di pilkada tingkat provinsi.

“Dengan seluruh kekuatan partai di Jawa Timur yang bersinergi dengan partai koalisi, kami yakin bisa memenangkan Jawa Timur,” tegas Hasto.

Penegasan ini dia sampaikan, di sela Rapat Koordinasi Pemenangan Pilkada Jatim 2018 di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, kemarin.

Rakor yang juga dihadiri pasangan Gus Ipul-Mas Anas ini diikuti para kader dari tiga pilar partai, yakni eksekutif, legislatif dan struktur partai se-Provinsi Jatim.

Khusus untuk Pilgub Jatim, Hasto mengatakan, Gus Ipul-Anas adalah representasi dua kekuatan politik terbesar, yakni kaum nahdliyin dan nasionalis, yang ada di dalam PKB dan PDI Perjuangan.

“Ini adalah kali pertama PDI Perjuangan dan PKB berkoalisi di Jatim. Kami yakin jika dua kekuatan besar ini bersatu akan sangat dahsyat untuk memenangkan Gus Ipul-Anas,” ujarnya.

Kepada tiga pilar partai, Hasto juga menekankan untuk memenangkan pilkada dengan cara-cara beradab, yakni tidak menggunakan politik uang dan tidak menyerang masalah pribadi lawan.

Total jumlah kader tiga pilar PDI Perjuangan di Jatim adalah 23.900 orang, yang terdiri dari 13 kepala daerah, 17 wakil kepala daerah, 17 anggota DPR RI. Selebihnya adalah anggota DPRD dan struktur partai di Jatim.

Menurut Hasto, kekuatan partai inilah yang solid menangkan Jatim. “Seperti diamanatkan Ibu Ketua Umum, bahwa bukan tradisi PDI Perjuangan mengeksploitisir urusan pribadi atau rumah tangga orang. Pilkada bagi PDI Perjuangan adalah pertarungan ide dan gagasan,” ujarnya.

Gus Ipul mengamini Hasto bahwa kekuatan terbesar di Jatim adalah kaum nahdliyin dan nasionalis. “Jawa Timur itu hijau dan merah, merah itu paling kental ya PDI Perjuangan,” ujar Gus Ipul menyatakan alasan akhirnya berlabuh ke partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang hadir dalam rapat itu juga menitipkan pesan kepada Gus Ipul-Anas agar memperbaiki kualitas pendidikan SMA di wilayah Jawa Timur, setelah kewenangan terkait masalah itu ditarik ke tingkat provinsi.

“Surabaya tidak dibantu tidak apa-apa karena sudah mandiri. Tetapi berikan bantuan ke daerah lain yang sangat membutuhkan,” kata Risma. (goek)