Tiga Hari, Peserta Diklat Kader Pratama DPC Trenggalek Tinggal di Rumah Warga

SURABAYA – Kepala Badiklatda PDI Perjuangan Jawa Timur Bambang Juwono mengatakan, pendidikan kader tingkat pratama terus digulirkan agar semakin banyak anggota yang memiliki kesadaran ideologis untuk berjuang sesuai garis perjuangan partai.

Setelah berlangsung di DPC PDI Perjuangan Sidoarjo akhir bulan lalu, dan DPC Trenggalek pada 3-5 November 2017 kemarin, pendidikan kader pratama berikutnya direncanakan berlangsung di DPC Ponorogo.

Menurut Logos, sapaan Bambang Juwono, kaderisasi dilakukan untuk meningkatkan disiplin anggota partai.”Ketika diambil keputusan politik, kader bisa berperan aktif secara nyata di lapangan,” kata Logos, kemarin.

Pendidikan kader pratama di Trenggalek digelar di aula kantor DPC PDI Perjuangan setempat. Acara pemantapan ideologi Partai yang diikuti 96 peserta tersebut dibuka oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi.

Logos menambahkan, seperti di DPC PDI Perjuangan lainnya, para peserta pendidikan kader pratama selama diklatdigodok masalah ideologi, secara teori dan praktik.

“Yang di Trenggalek agak beda, karena peserta selama tiga hari dua malam, tinggal di rumah-rumah penduduk sekitar kantor DPC,” ungkap pria yang juga Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Organisasi DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Menurut Logos, dengan menginap di rumah warga, diharapkan peserta pendidikan kader pratama makin peka dalam mendengarkan masalah yang ada di tengah masyarakat.

Pendidikan kader di DPC PDI Perjuangan Trenggalek juga dihadiri perwakilan Badiklatpus, di antaranya Eva Kusuma Sundari. Eva yang juga anggota DPR RI dari dapil 6 Jawa Timur ini mengisi sesi materi Metode Berpikir Bung Karno dan Ansos.

Penutupan pendidikan kader pratama DPC Trenggalek dilakukan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno. Pada kesempatan itu, Untari juga memaparkan hasil survey terkait peta politik dalam Pilgub Jatim 2018.

Perempuan yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur ini juga menyampaikan strategi untuk memenangkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Saifullah Yusuf – Azwar Anas pada Pilkada Jatim 2018 depan.

Sedang Bambang Juwono kebagian materi terkait strategi khusus untuk memenangkan pileg dan pilpres 2019. (goek)