“Tidak Masuk Akal kalau Jokowi Meniadakan Koperasi”

Jokowi-Jagung Rebus di PonorogoJAKARTA – Pakar ekonomi dari Tim Pemenangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla, Izzul Muslimin, mengatakan, sebagai penyokong ekonomi perdesaan, koperasi tidak mungkin ditiadakan. Menurut Izzul, hal ini menjadi salah satu yang akan dikembangkan Jokowi-JK. Melalui koperasi, kata dia, Jokowi ingin memberdayakan masyarakat perdesaan.

“Koperasi adalah sokoguru ekonomi, termasuk penyokong ekonomi di pedesaan. Karenanya sangat tidak masuk akal jika Joko Widodo berniat meniadakan koperasi,” kata Izzul melalui keterangan tertulis yang diterima Minggu (6/7/2014) malam.

Dengan revolusi mental yang diusungnya, ujar Izzul, Jokowi ingin membenahi kualitas sumber daya manusia, termasuk mereka yang selama ini mengurus koperasi. Tujuannya, agar koperasi tidak dimanfaatkan oleh pengurusnya untuk mencari keuntungan sendiri.

“Jokowi menginginkan masyarakat, terutama masyarakat pedesaan punya kemandirian ekonomi, sehingga mereka memiliki daya saing tinggi,” lanjut Izzul.

Ia menambahkan, Jokowi ingin mewujudkan koperasi yang dibangun dari bawah, bukan koperasi seperti yang pernah ada semasa Orde baru yang dijadikan alat oleh penguasa. Pengembangan kewirausahaan individual dan kelompok tani, nelayan, peternak juga akan dilakukan agar dapat mengelola usaha tani secara lebih efisien dan menguntungkan.

“Dalam rangka itu, Jokowi akan membangun bank khusus pertanian, UMKM dan koperasi. Jadi aneh jika Jokowi tidak mendukung koperasi,” kata Izzul.

Sebelumnya, saat debat capres-cawapres putaran terakhir, di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Sabtu (5/7/2014) malam, capres Prabowo Subianto mempertanyakan pernyataan Jokowi saat kampanye di Indramayu, Jawa Barat. Menurut Prabowo, Jokowi mengatakan petani tidak perlu koperasi. Namun, Jokowi membantah pernah mengeluarkan pernyataan itu. Dia menilai, informasi yang diperoleh Prabowo salah.

“Terima kasih Bapak Prabowo, mungkin bapak salah baca atau salah dengar semua tahu koperasi adalah soko guru ekonomi. Tidak mungkin Jokowi ngomong itu,” kata Jokowi. Kompas