Tetap Kerja Keras Meski Survei Jokowi-JK Unggul

Rakor Pilpres 6 JuniKETUA DPD PDI Perjuangan Jawa Timur H Sirmadji Tj minta seluruh jajaran pengurus PDI Perjuangan se-Jawa Timur tidak mengendorkan semangat memenangkan capres-cawapres Joko Widodo – Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden 9 Juli depan. Ajakan Sirmadji disampaikan dalam rapat koordinasi pemenangan Pilprs 2014 di aula DPD PDI Perjuangan Jatim, di Surabaya, Jumat (6/6/2014).

Di depan jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan se-Jatim, Sirmadji mengatakan, saat ini dari hasil survei internal maupun survei eksternal, masih menempatkan Jokowi-JK lebih unggul ketimbang pasangan Prabowo-Hatta. Namun, katanya, elemen masyarakat yang belum tersentuh survei masih cukup besar.

“Karena itu, kita tetap harus bekerja keras. Hasil survei harus kita jadikan pemacu untuk upaya memenangkan pasangan Jokowi-JK lebih maksimal,” kata Sirmadji.

Sirmadji juga mengapresiasi maraknya deklarasi relawan di berbagai kabupaten-kota se-Jatim. Menurut dia, antusiasme masyarakat yang tergabung dalam kelompok relawan untuk memenangkan Jokowi-JK sebagai Presiden-Wakil Presiden RI 2014-2019 itu harus didukung jajaran pengurus PDI Perjuangan.

Apalagi, kata dia, jika relawan pendukung Jokowi-JK itu berbasis komunitas, seperti dari elemen petani, nelayan, buruh, atau elemen lainnya. “Terbentuknya relawan itu harus kita dorong,” ujarnya.

Sementara, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi mengungkapkan, saat ini makin banyak elemen masyarakat yang berniat menyumbang pasangan Jokowi-JK melalui rekening resmi pasangan tersebut. Keinginan menyumbang itu disampaikan ke sekretariat DPD PDI Perjuangan Jatim, baik melalui telepon atapun datang langsung ke kantor sekretariat.

“Kita sering didatangi masyarakat, mereka menanyakan nokor rekening pasangan Jokowi-JK. Tadi pagi ada satpam dari salah satu PTN yang tanya nomor rekening. Dia bermaksud menyumbang,” ungkap Kusnadi.

Menurut Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Jawa Timur itu, upaya masyarakat yang ikut menyumbang itu yang penting bukan pada besar-kecilnya nominal yang disumbangkan. “Meski hanya menyumbang Rp 1.000 misalnya, itu berarti yang bersangkutan pasti akan memilih Jokowi-JK dalam pilpres 2014,” jelas Kusnadi. (*)